#tsunami#korbantsunami

Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga Polisi yang Hilang saat Tsunami Aceh

( kata)
Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga Polisi yang Hilang saat Tsunami Aceh
Tim Kedokteran Polisi (Dokpol) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Lampung mendatangi kediaman keluarga Ajun Brigadir Polisi (Abrip) Bharaka Asep, Minggu, 21 Maret 2021. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Kedokteran Polisi (Dokpol) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Lampung mendatangi kediaman keluarga Ajun Brigadir Polisi (Abrip) Bharaka Asep yang diduga ditemukan kembali setelah dinyatakan menghilang pada peristiwa tsunami Aceh tahun 2004.

Tim mengambil sampel keluarga di Natar untuk memastikan kesesuaian DNA dengan Bharaka Asep.

"Nanti setelah hasil DNA keluar, tim dari Dokpol Polda Lampung akan berkoordinasi dengan Tim Dokpol Polda Aceh," jelas Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Minggu, 21 Maret 2021.

Keberadaan Bharaka Asep ditemukan Bripka Indra dan rekannya saat mendatangi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Zaenal Abidin, Banda Aceh pada Rabu, 17 Maret lalu.

"Pasien yang diduga Abrip Zainal Abidin alias Asep mulai dirawat di rumah sakit sejak 2009. Dia dibawa dari Sampoiniet, Aceh Jaya. Yang membawanya kepala desa, tapi sekarang sudah meninggal," kata dia. 

Baca: 5 Fakta Polisi yang Hilang Saat Tsunami Aceh dan Ditemukan di RSJ

 

Satuan Brimob Polda Lampung sudah berkoordinasi dengan keluarga di Desa Natar, Lampung Selatan untuk memberitahukan penemuan Asep di RSJ Banda Aceh.

Bharaka Asep bertugas sebagai pasukan Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh. Ia bertugas sebagai Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh pada 2004. Saat tsunami terjadi, posko tempat Brimob Abrip Asep bertugas hancur bersama bangunan lain hingga rata dengan tanah.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Lampung, Kombes Pol Andri Badarsyah, mengatakan, setidaknya hasil pencocokan DNA tersebut baru bisa diketahui setelah tujuh hari. 

"Kami saling melengkapi dengan Polda Aceh," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan,  penantian selama 17 tahun  keluarga Baharaka Asep berbuah harapan.

"Kalau memang benar dia Asep, kami keluarga senang, kami bersukur, tinggal menunggu DNA," ujar Edi, kerabat Asep.

Menurut Edi, kakak Asep, yakni Mahyudin, dan adiknya Syaiful bakal berangkat ke Aceh untuk mengecek langsung kabar tersebut.

Ciri-ciri Asep mirip dengan pria yang berada di RSJ Banda Aceh, yakni, tahi lalat di bagian kuping dan luka jahitan di pelipis kanan.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar