narkobasabuganjaineksekstasi

Polisi Amankan Lima Orang Penyalahguna Narkoba di Pringsewu

( kata)
Polisi Amankan Lima Orang Penyalahguna Narkoba di Pringsewu
Lima penyalahgunaan narkoba di amankan sat narkoba polres Pringsewu. Dok


PRINGSEWU (Lampost.co) -- Sebanyak lima orang diduga penyalahgunaan narkoba jenis sabu diamankan Sat narkoba polres Pringsewu. Kelima orang yang diamankan yakni satu bandar, satu pengedar, dan tiga pengguna narkoba jenis sabu.

"Bandar dan pengedar merupakan bapak dan anak yakni BAW alias Beni Genjot (42) dan MGR (20), warga Pekon Wonodadi Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu. Mereka diamankan pada Sabtu, 7 November 2020," kata Kasat Narkoba Polres Pringsewu Iptu Khairul Yassin Ariga, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Senin, 9 November 2020.

Sedangkan yang berperan sebagai pengguna berinisial RN alias Panjol (21), warga Pekon Tulung Agung, Gadingrejo; AH alias Adit (19), warga Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, dan MFR (21), warga Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu, Pringsewu.

Kasat Narkoba menjelaskan penangkapan kelima terduga penyalahgunaan narkoba dilakukan di lima tempat terpisah. Tersangka BAW di Pekon Bulukarto dengan barang bukti 0,21 gram sabu, plastik klip bekas pakai dan 1 unit HP. Tersangka MGR di Pekon Bumi Ayu Kecamatan Pringsewu dengan barang bukti 0,19 gram sabu, 2 unit HP dan 1 bundel plastik klip kosong, lalu RN di Pekon Tulung Agung dengan barang bukti 0,20 gram sabu, kaca pirek bekas pakai dan 1 unit HP. Kemudian AH di Pekon Bulukarto dan MFR di Pekon Sidoharjo dengan BB kaca Pirek bekas pakai, plastik klip bekas pakai dan 1 unit HP.

Dia menambahkan penangkapan para tersangka berawal dari di tangkapnya RN yang kemudian saat dikembangkan ternyata mengaku mendapatkan sabu dari  MGR, setelah dilakukan penangkapan MGR mengaku barang haram tersebut berasal dari orang tuanya (BAW). Diketahui, selain dijual kepada RN, MGR juga menjual sabu kepada pelaku AH dan MFR.

Bahkan kata kasat narkoba tiga orang yang diamakan (BAW, MGR, dan RN) merupakan residivis kasus yang sama dan sudah divonis pengadilan Kotaagung. “Pelaku BAW baru keluar LP bulan April 2020, sedangkan MGR keluar  bulan Oktober 2020 dan RN keluar Februari 2020," ujarnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya terhadap pelaku BAW dan MGR dijerat dengan pasal 114 ayat (1) jo pasal 144 (1) UU RI NO 35 TH 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan terhadap pelaku RN, MRF dan AH di jerat dengan pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Winarko







Berita Terkait



Komentar