polisiriau

Polisi Amankan 1.522 Burung Ilegal Asal Riau

( kata)
Polisi Amankan 1.522  Burung Ilegal Asal Riau
Petugas Kepolisian Sektor kawasan Pelabuhan Bakauheni saat mengamankan puluhan paket berisi burung didalam bagaai bus Handoyo AA-1413-CA diareal pintu masuk pelabuhan Bakauheni, Minggu pagi, 23 Agustus 2020. Lampost/Aan Kridolaksono.

Kalianda (Lampost.co)  -- Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP)  Bakauheni mengamankan 1.522 ekor burung berbagai jenis tanpa dokumen resmi yang diangkut bus Handoyo dengan nomor polisi AA-1413-CA di area pintu masuk pelabuhan Bakauheni, Minggu, 23 Agustus 2020 sekitar pukul 07.30 WIB.

Ribuan ekor burung di dalam 35 boks putih dan 13 kardus yang berasal dari Pekanbaru, Riau itu, rencananya akan diselundupkan ke wilayah Jakarta.

"Kita amankan saat bus Handoyo yang dikemudikan oleh Gunawan (54), warga Boyolali Jateng itu hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak," kata Kanitreakrim KSKP Bakauheni Ipda Mustholih mewakili kepala KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah kepada Lampost.co, Minggu, 23 Agustus 2020.

Terungkapnya penyelundupan satwa liar tanpa dokumen itu, ujar Ipda Mustolih, berawal dari razia rutin terhadap setiap kendaraan yang hendak menyeberang ke pelabuhan Merak melalui Pelabuhan Bakauheni.

"Saat melakukan pemeriksaan dibagasi bus, kami temukan 48 paket berisi ribuan burung berbagai jenis tanpa dokumen. Sehingga kami lakukan penyitaan, dan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Kanitresktim KSKP Bakauheni itu menyebut, setelah dilakukan pemeriksaan di Mako KSKP, Gunawan selaku sopir bus Handoyo mengaku ribuan ekor
burung berbagai jenis diantaranya, burung pengantin (khonin), serindit, betet biasa, cicak daun sayap biru, perenjak jawa,  tangkar kambing,  madu sepah raja, dan perkutut itu diangkut dari Pekan baru, Riau menuju ke Jakarta dengan biaya Rp100 ribu per paket.

Menurut Ipda Mustolih, walau ribuan ekor burung yang diamankan tersebut bukan termasuk satwa yang dilindungi, namun tindakan  Gunawan melanggar Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan.

"Dalam UU itu disebutkan setiap burung yang dibawa lintas pulau harus dilengkapi dengan dokumen resmi yang dipersyaratkan. Namun pengiriman burung dari Pekanbaru tujuan Jakarta ini tanpa dokumen yang sah (ilegal), " pungkasnya.

Selanjutnya  burung-burung liar tersebut diserahkan ke Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni dan berkoordinasi dengan BKSDA untuk penanganan lebih lanjut. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar