#peternaksapi#beritalamsel#pelatihan

Polinela, Unila dan BI Latih Peternak Sapi di Lamsel

( kata)
Polinela, Unila dan BI Latih Peternak Sapi di Lamsel
Masyarakat di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Lampung Selatan saat mengikuti Kegiatan Program Kemitraan Wilayah (PKW). Foto: Dok

KALIANDA (Lampost.co) -- Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Universitas Lampung (Unila) dan Bank Indonesia (BI) bersinergi untuk bersama-sama untuk melatih peternak sapi di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan.

Klaster peternakan sapi peranakan ongole  di Desa Wawasan berpotensi menjadi lumbung ternak dan satu-satunya di Provinsi Lampung.  Peningkatan tataran teknis produksi ternak tidak berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi peternak sapi yang mayoritas berada di pedesaan. 

Akses informasi pengetahuan dan teknologi yang terbatas, menjadikan petani tidak memiliki bargaining power dalam mekanisme penetapan harga jual dan akses pasar. Hal ini berdampak pada terbatasnya pendapatan usaha ternak sapi karena petani hanya menggantungkan perekonomiannya pada agribisnis hulu (sapi dan tanaman pertanian). 

"Langkah untuk pengembangan wilayah dilakukan dengan mensinergikan konsep, program, dan gagasan antara BI, Polinela dan Unila," kata Dosen Politeknik Negeri Lampung sekaligus Tim Pelaksana Kegiatan Program Kemitraan Wilayah, Sri Handayani kepada Lampost, Minggu 28/7/2019).

Kegiatan Program Kemitraan Wilayah (PKW) tesebut diharapkan mampu mewujudkan lembaga ekonomi petani yang mampu memberikan posisi tawar bagi petani dengan teknologi pengolahan produk (abon sapi, bakso sapi). Sasaran kegiatan adalah kelompok wanita tani karya sejahtera.

Kemudian ia menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan tahun pertama ini adalah untuk meningkatkan daya saing produk pertanian melalui peningkatan nilai tambah dengan mengolah daging sapi menjadi produk turunannya yaitu abon sapi dan bakso sapi yang dilaksanakan pada tanggal 12-13 Juli 2019 di Desa Wawasan.  

"Abon sapi berpotensi tinggi untuk di kembangkan di provinsi Lampung, karena akan menjadi satu-satunya sentra produk abon sapi di Lampung.  Saat ini produk abon sapi sudah siap dipasarkan di local dan luar provinsi Lampung. Sementara untuk produk baso sapi akan dipasarkan lokal," katanya.

Triyadi Isworo

Berita Terkait

Komentar