#pembalakanliar#illegallogging

Polhut Sita 5 Kubik Kayu Jati Hasil Pembalakan Liar di Way Katibung

( kata)
Polhut Sita 5 Kubik Kayu Jati Hasil Pembalakan Liar di Way Katibung
Barang bukti kayu jati yang diamankan dari para pembalak liar di register 17 dan 35 Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.Dok.


Kalianda (Lampost. co) -- Delapan orang dan lima kubik kayu jati diamankan petugas Polhut Lampung, anggota Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lampung, dan Koramil Katibung, terkait pembalakan liar di kawasan Register 17 dan 35 Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Minggu, 14 Juni 2020, sekitar pukul 15.00 WIB. Kedelapan pelaku masih menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pengungkapan kasus illegal logging di Register 17 Batu Serampok dan 35 Dusun Way Katibung, Desa Tanjungagung, tersebut dipimpin langsung kasat Polhut Lampung dan anggota KPH Lampung dan Koramil Katibung. Pada saat petugas tiba di lokasi terdapat delapan orang yang sedang memuat potongan kayu jati  gelondongan yang sudah terpotong ke truk BG-8918-IH.

Kedelapan orang berikut barang bukti kayu yang diduga hasil pembalakan liar langsung diamankan ke kantor KPH yang berada di Bandar Lampung.

Saat di konfirmasi, Komandan Koramil Katibung 0421/10, Kapten Sukandi membenarkan pengungkapan dugaan ilegal logging yang dilakukan KPH Lampung di kawasan register tersebut. "Ya, tapi saya masih Bakauheni dapat tugas dari Kodim, coba konfirmasi ke KPH Bandar Lampung," ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Tanjungagung, Jumiko, menegaskan hal itu merupakan langkah positif untuk menuntaskan mafia kehutanan yang menyebabkan kerusakan hutan dan merugikan rakyat dan bahkan Perhutani.

"Tapi harapan saya kedelapan orang itu jangan ditahan karena mereka hanya upahan atau kuli muat," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari KPH Lampung terkait dengan dugaan pengungkapan illegal logging di dua kawasan register tersebut.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar