ppdbberitametro

Lurah Yosodadi Dihukum karena PPDB

( kata)
Lurah Yosodadi Dihukum karena PPDB
Wali Kota Metro Achmad Pairin. Lampost.co/Bambang Pamungkas

Metro (Lampost.co): Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan tetap memberikan sanksi terhadap Lurah Yosodadi jika benar terjadi manipulasi data terkait Polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Metro.

Wali Kota Metro Achmad Pairin menanggapi adanya polemik PPDB yang terjadi di SMAN 1 Metro. Pihaknya telah menyerahkan persoalan ini kepada Sekretaris Kota (Sekkot) Metro dan Inspektorat setempat.

"Persoalan ini masih dalam pemeriksaan Inspektorat dan Lurah Yosodadi sudah diperiksa. Hasil dari keputusannya belum saya terima karena masih banyak tahapan pemeriksaan," kata Pairin, Senin, 29 Juni 2020.

Baca juga: DPRD Metro Minta Surat Domisili dari Lurah Yosodadi untuk PPDB Dicabut

Pairin juga menjelaskan akan tetap memberikan sanksi kepegawaian terkait dugaan adanya data domisili yang fiktif.

"Laporan data yang diduga fiktif sebanyak 71 sudah kami terima. Kasus ini akan kami periksa agar dapat melihat sebatas apa pelanggaran yang dilakukan untuk menentukan sanksi disiplin kepegawaian yang akan kita berikan kepada Lurah Yosodadi. Terkait penerimaan di SMAN 1 Metro akan kami serahkan ke Provinsi," ujar dia.

Baca juga: 286 Siswa Diterima dalam PPDB SMAN 1 Metro

Sebelumnya, dari hasil rapat dengar pendapat atau hearing DPRD Kota Metro terkait polemik PPDB yang melibatkan kependudukan, kepala Disdukcapil, camat serta anggota Komisi I DPRD Kota Metro meminta agar para lurah se-Kota Metro untuk mencabut surat keterangan domisili yang dipergunakan sebagai syarat PPDB.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar