#culabadak#ujilab#polda#beritalampung

Polda Uji Lab Cula Badak dan Kejar Pemilik Cula

( kata)
Polda Uji Lab Cula Badak dan Kejar Pemilik Cula
Cula badak yang berhasil diamankan dari para pelaku jualbeli satwa di kawaan TNBBS akan diuji di laboratorium. (Foto:Lampost/Asrul)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polda Lampung bersama tim reaksi cepat (TRC) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, bakal menguji lab atau tes DNA cula badak Sumatera yang diperjualbelikan para pelaku perdagangan satwa.

Kepala TNBBS Agus Wahyudiono mengatakan pengujian itu dilakukan, guna mengetahui umur atau sudah berapa lama cula badak tersebut diambil, dari hewan yang diduga diburu.  Hal itu juga, guna mengetahui apakah badak tersebut benar berasal dari kawasan TNBBS di Lampung, atau Bengkulu.

"Nanti kita uji lab dibantu saksi ahli, suapaya  tahu itu diduga cula badak sudah berapa lama," ujarnya di Mapolda Lampung, Selasa (27/11/2018).

Aparat gabungan pun saat ini, masih melakukan pengejaran terhadap dugaan pemilik Cula badak tersebut bernama Manat warga Bengkulu yang diduga kuat mengetahui dari mana cula badak tersebut berasal. "Diduga pemilik berinisial S, masih kita kejar," katanya.

Agus Menambahkan, memang tak menutup kemungkinan perburuan di TNBBS memang ada, karena luasnya lahan konservasi tersebut, yakni 324.000 Ha, tak sebanding dengan jumlah polisi hutan dan mitra polisi dari berbagai NGO.
Namin pihak TNBBS fokus menangani perkara perburuan hewan, yakni Gajah, Badak, dan Harimau. Total sudah ada tiga kasus yang terungkap pada 2018, yakni penjualan cula badak, perburuan kulit beruang pada dan kulit harimau Agustus lalu, bersama Polda Lampung.

"Jadi ada berbagai konsesi, atau luasan, 1 tim bisa 3 orang dari Polhut, 5 orang dari mitra polhut menjaga luasan 700 sampai 3.000 hektare," katanya.

Agus pun membenarkan kalau saat ini sudah ada 2 tersangka, yakni Din Martin Salim (48), warga Pasar Lama, Kaur Selatan Bengkulu, AK (55), warga Campang, Gisting Tanggamus.  Empat orang saksi yakni No (24) pegawai cleaning servis, AS anak dari Din Martin, Sa (39) teman Din Martin, EF (36).

"DMS (red Dim Martin Salim), sebagai penjual, AK sebagai calo, kami tangkap di Hotel Sempana Lima, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, pada Senin 26 Nonvember. Kita dapatkan informasi bahwa, ada penjualan cula badak, makanya kita gali informasi sampai matang lalu kita tangkap," katanya.

Sementara informasi yang diterima Lampost.co, salah satu saksi yang tak disebutkan oleh Pihak TNBBS saat di Mapolda Lampung yakni Sertu Mu dari Korem 044 Gapo Bengkulu, merupakan Babinkamtibmas setempat yang berperan sebagai perantara calo dan penjual. namun Agus tak memaparkan hal tersebut. "Itu masih kita dalami," katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Sulistyaningsih aparat masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi, dan tersangka.
Barang bukti yang diamankan yakni, cula badak sumatera dengan ukuran diameter 28 berat kurang lebih 200 gram, dua buah telepon seluler, dan satu unit mobil avanza BD 1175 W.

"Kedua tersangka dijerat dengan pasal  40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) hrf d UU RI Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar