#pencemarannamabaik#beritalampung

Polda Sudah Periksa Yusuf Kohar

( kata)
Polda Sudah Periksa Yusuf Kohar
Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar. (Dok/Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung telah melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar, yang dilaporkan oleh Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi.

Pelaporan tersebut, lantaran adanya cekcok yang berujung dengan dugaan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan yang dialami Wiyadi. Perkara tersebut dilaporkan dengan nomor LP :1296/X/2018/spkt yang ditanda tangani oleh Kepala Siaga SPK II SPKT Polda Lampung AKP Inderi.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung mengatakan, perkara tersebut masih dalam tahap pemeriksaan. Total 6 saksi, dan Yusuf Kohar juga telah dimintai keterangan. "Kalau Yusuf Kohar sudah kita panggil sekitar seminggu yang lalu," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (24/10/2018).

Bobby mengatakan belum ada peningkatan status terhadap terlapor, termasuk untuk mempelajari keterangan saksi. "Untuk peningkatan status, dan gelar perkara," kata mantan Wakapolresta Bandar Lampung itu.

Sementara Kuasa Hukum Wiyadi yakni Yeli Basuki, mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan penyidik. Sebelumnya dari hasil pemeriksaan dan koordinasi Yeli dengan Penyidik, Yusuf Kohar dilaporkan dengan Pasal 335 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 1 tahun penjara. "Kalau saksi 6 orang sudah semua," katanya.

Saat ini penyidik juga menurut Yeli, sedang menjadwalkan untuk Pemeriksaan saksi ahli. Saksi Ahli bahasa dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung, dan saksi ahli pidana dari Unila. "Jadi nanti saksi ahli bakal dimintai keterangan," katanya

Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar saat dihubungi Lampost.co, Rabu (24/10/2018) sekitar pukul 20.00 WIB, mengatakan bahwa pihaknya datang ke Polda beberapa waktu lalu untuk klarifikasi terkait dugaan laporan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan.

"Saya datang ke Polda waktu itu tujuannya untuk klarifikasi tentang laporan itu. Apakah benar saya memukul atau mengancam, mana buktinya atau alat yang saya gunakan untuk mengancam," kata Yusuf Kohar.

Pihaknya tidak membenarkan atas laporan dugaan pengancaman dan perbuatan tidak menyennagkan yang ditujukan kepadanya. Sebab dirinya merasa tidak pernah melakukan apa yang dilaporkan tersebut. "Tidak benar, bagaimana saya mengancam dan bagimana perbuatan tidak menyenangkan yang saya lakukan kepada yang melaporkan itu." ujarnya.

Asrul Septian Malik/Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar