penembakanregister45

Polda Pastikan Tak Ada Mobilisasi Massa Terkait Penembakan di Register 45

( kata)
Polda Pastikan Tak Ada Mobilisasi Massa Terkait Penembakan di Register 45
Warga di Register 45 melakukan kegiatan seperti biasanya.Lampost.co/Ridwan Anas

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polda Lampung memastikan tak ada mobilisasi massa dari pihak keluarga korban penembakan di Register 45. Komang Tis tewas usai ditembak oleh dua orang tak dikenal saat menyemprot lahan singkong garapannya di lahan 2 Kelompok Putuk Jaya (Nuri) KHP Reg. 45 Sungai Buaya pada Senin, 20 Januari 2019, sekitar pukul 08.30 WIB.

"Pihak keluarga korban di Bali Nuraga (Lampung Selatan) sudah ikhlas dan menyerahkan penanganan perkara tersebut ke pihak kepolisian, jenazah juga sudah diserahkan ke keluarga, dan sudah diproses pemakaman," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Selasa, 21 januari 2020.

Sementara itu belum diketahui motif secara pasti dua pelaku tersebut menembak Komang, namun dari hasil penyelidikan sementara diduga kuat terkait masalah pribadi bukan antarkelompok penggarap.

"Dugaan sementara motif pribadi," katanya.

Sebelumnya Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung menerjunkan satu tim guna mengejar kedua pelaku. "Sudah bisa diredam di Polres sana, saya juga sudah koordinasikan dengan Kasatreskrim. Tim bakal turun bantu kejar, satu dua hari ke depan saya juga bakal ke lokasi, identitas pelaku sudah teridentifikasi," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol M Barly.

Berdasarkan informasi yang didapat lampost.co kejadian berlangsung pada senin 20 januari 2019, sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu korban bersama istri Ketut Wasti berada di Lahan 2 Kelompok Putuk Jaya (Nuri) KHP Reg. 45 Sungai Buaya. 

Ketika keduanya sedang menyemprot lahan singkong garapannya, tiba-tiba datang dua orang dengan mengendarai kendaraan sepeda motor jenis Honda beat berwarna putih menghampiri.

Salah satu pelaku turun dan memanggil Komang Tiste dan bertanya "kamu Komang Tis ya?" Korban menjawab "Ya saya Komang Tis". Kemudian pelaku bertanya kembali "kamu ikut-ikutan ya? dan dijawab oleh korban "saya tidak ikut-ikutan". 

Selanjutnya, pelaku langsung menembak korban sebanyak dua kali, pada bagian dada kiri dan perut sebelah kiri. Korban selanjutnya lari menuju ke arah perkebunan karet milik PT Silva. Sekitar 30 meter korban kemudian roboh, dan dikejar oleh pelaku yang menembaknya kembali sebanyak dua kali tembakan. 

Selanjutnya para pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor beat tersebut. Sekitar  Pukul 09.00 WIB, warga yang mendengar suara tembakan langsung mulai berdatangan ke lokasi kejadian dan melaporkannya kepada pihak kepolisian. 

Sebelum korban meninggal, sempat menyampaikan kepada istrinya bahwa pelaku bernama Mardi, dan Nyoman Sangging warga Putuk Jaya Nuri KHP Reg. 45 SBM.

Winarko



Berita Terkait



Komentar