#NARKOBA#KRIMINAL#LAMPUNG

Jaringan Pengedar Ganja Aceh-Lampung Digulung

( kata)
Jaringan Pengedar Ganja Aceh-Lampung Digulung
Ilustrasi Narkoba : Medcom


Bandar Lampung  (Lampost.co)-- Tim Opsnal Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Lampung, menangkap kelompok pengedar narkotika jenis daun ganja jaringan Aceh-Lampung.

Direktur Resnarkoba Polda Lampung Kombes Adhi Purboyo melalui Ps. Kasubdit 3 Kompol Rahmad mengatakan, penangkapan kelompok pengedar daun  ganja ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba di Jalan Kepayang, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung pada Sabtu lalu.

"Kemudian kami melakukan undercover (penyamaran) dan berhasil mengamankan tersangka Rahmat (47), warga Lampung Selatan. Dari tangan Rahmat kami sita barang bukti daun ganja kurang lebih 5 ons yang disimpan di kantong celana sebelah kiri," kata Rahmat, melalui telepon, Minggu, 1 Agustus 2021.

Ia melanjutkan setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil menangkap tersangka Adi Saputra (36), warga Lampung Selatan, dan Nezi (18) warga Bandar Lampung.

"Setelah kami interogasi tersangka Rahmat, selanjutnya terungkap nama Adi dan Nezi. Kemudian, kami pancing pada Sabtu (31 Juli 2021) sekitar pukul 00.30 WIB dan janjian ketemuan di Jalan Indra Bangsawan, Kecamatan Rajabasa," ujarnya.

Baca juga : BNN Lampung Tembak Dua Penyelundup 4 Kg Sabu-sabu Jaringan Aceh-Bandung

Kompol Rahmad menjelaskan setelah kedua tersangka datang, langsung dilakukan penangkapan. Mereka datang dengan sepeda motor boncengan. 

"Karena ciri-ciri pelaku sudah kami ketahui, langsung kami amankan. Setelah dilakukan penggeledahan, kami temukan barang bukti daun ganja di dasbor motor dengan berat sekitar 1 kg,"katanya.

Berdasarkan keterangan dari tersangka Adi, lanjut Rahmad, barang haram tersebut didapatnya dari seorang bandar yang berada di Provinsi Aceh.

"Jadi, tersangka yang kami amankan sementara ini tiga orang. Kami masih melakukan pengembangan. Dari keterangan tersangka Adi, 1 kg ganja itu sisanya yang belum terjual. Sebagian sudah terjual yaitu 9 kg. Jadi, Adi ini kalau terima barang turun 10 kg. Kami masih cari lagi pelaku lainnya termasuk kurir, pengedar, dan bandarnya,"ujarnya.

Baca juga : Residivis Kasus Narkoba Ditangkap Transaksi Sabu di Kebun Sawit

Kompol Rahmad menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pengedar, kurir, dan bandar narkoba yang melakukan bisnisnya di Provinsi Lampung.

"Kami nggak mau barang haram itu merusak generasi muda anak bangsa. Saya imbau bagi masyarakat yang mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika maupun peredaran gelap narkotika, melaporkan ke pihak kepolisian,"katanya. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar