#ekstasi

Polda Lampung Periksa Napi terkait Peredaran Ribuan Ekstasi

( kata)
Polda Lampung Periksa Napi terkait Peredaran Ribuan Ekstasi
Barang bukti 3.000 butir ekstasi. Dok

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung tengah memeriksa salah satu napi lembaga pemasyarakatan di Bandar Lampung berinisial K, Selasa, 9 Juni 2020. Pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan pengembangan pengungkapan 3.020 ektasi tablet dan kapsul yang dilakukan Polda Lampung dengan tersangka HBS.

Wadirresnarkoba Polda Lampung AKBP Wika Hardianto tak menampik hal tersebut. "Iya tadi ada, itu tapi anggota belum laporan (hasilnya)," ujarnya, Selasa malam, 9 Juni 2020.

Dia menambahkan pemeriksaan tersebut guna meng-cross check keterangan HBS, apakah benar barang haram tersebut dikendalikan inisial K atau hanya informasi yang mengada-ada dari pelaku. Namun, belum ada penetapan status tersangka terhadap napi berinisial K tersebut.

"Iya masih pengembangan dulu, kami belum bisa pastikan apa terlibat, nanti kan dikonfrontasi, apa benar (HBS dan K)," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap pengedar narkona jenis ekstasi berinisial HBS (36), warga Jalan Pangeran Antasari, Kalibalau Kencana, Kedamaian, pada Rabu malam, 3 Juni 2020.

Dari tangan pelaku aparat mengamankan sekitar 3.020 butir ekstasi yang dikemas dalam 40 bungkus.

Wadirresnarkob Polda Lampung AKBP Wika Ardianto mengatakan awalnya aparat mendapatkan informasi kalau akan ada peredaran narkoba di pinggir Jalan Ridwan Rais, Kedamaian.

Aparat pun menangkap HBS yang saat itu gerak-geriknya mencurigakan. Dari tangan HBS diamankan barang bukti berupa satu kotak rokok berisi dua plastik, yang di dalamnya ada 20 butir ekstasi berbentuk kapsul. Barang haram tersebut ia dapat dari Pekanbaru, Riau.

"Usai diperiksa, kami kembangkan untuk mencari ekstasi lainnya di kontrakan pelaku," ujarnya, Rabu, 3 Juni 2020.

Ketika aparat melakukan pemeriksaan di kediaman pelaku yang terletak di Kalibalau Kencana, Kedamaian, ditemukan 38 bungkus plastik ekstasi warna hijau dan 4 bungkus esktasi berbentuk kapsul, yang ditotal semuanya mencapai 3.000 butir.

"Disembunyikan di dalam kotak putih di bawah lemari di rumah kontrakannya," katanya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 114-112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup. (RUL)

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar