#kriminal#beritalampung

Pengedit dan Pengedar Video Ustaz Nasihin Diburu

( kata)
Pengedit dan Pengedar Video Ustaz Nasihin Diburu
Tangkapan layar video ustaz Nasihin yang mengaku dibegal. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poda Lampung memburu pelaku yang mengedit dan menyebarkan video ustaz Nasihin yang mengaku dibegal empat pria tidak dikenal di Lampung Timur. Polisi hingga kini terus mendalami kasus video ustaz Muhammad Nasihin.

Direskrimum Polda Lampung, AKBP Reynold P Hutagalung mengatakan, pemanggilan terhadap Ustaz Nasihin terkait video yang menyatakan dirinya dibegal di Lampung Timur. Timnya langsung bergerak melakukan pemeriksaan.

Berdasarkan pengakuan Ustaz Nasihin, video yang dia buat hanya untuk mengedukasi masyarakat. Ia menegaskan alur ceritanya tidak seperti video yang menyebar luas. Menurut Ustaz Nasihin, video yang menyebar luas telah diedit oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan kebenaran video itu. Ustaz Nasihin dan empat kru timnya yang membuat video itu juga kami periksa,"kata Reynold di ruang kerja, Senin, 25 Oktober 2021. 

Baca juga: Ustaz Nasihin: Video Sekadar Konten untuk Mendongkrak Followers

Ditanya soal apakah akan mengejar pelaku yang merekayasa atau yang mengedit video Ustaz Nasihin dibegal, pihaknya menjawab tidak menutup kemungkinan akan mengejar pelaku penyebar berita bohong itu.

"Kami masih melakukan pendalaman, perbuatan tindak pidana, dan tidak menutup kemungkinan jika hasil pemeriksaan ada orang yang sengaja mengedit dan menyebarluaskan video itu kami kejar," ujarnya. 

Reynold melanjutkan Ustaz Nasihin sudah memberikan keterangan bahwa video yang dibuat hanyalah konten biasa dan untuk mengedukasi masyarakat.

"Melaksanakan klarifikasi bahwasanya konten video yang tersebar sebagai korban pembegalan itu tidak benar dan hanya sebagai hiburan,"katanya.

Reynold juga meminta kepada Ustaz Nasihin jika membuat konten video diberi penjelasan atau keterangan pada cuplikan video sebagai hiburan dan rekayasa. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar