#Lampung#Polda#Penyuluhan#KepalaSekolah#KejahatanSiber

Polda Lampung Beri Penyuluhan 250 Kepala Sekolah

( kata)
Polda Lampung Beri Penyuluhan 250 Kepala Sekolah
Kapolda Lampung Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo (tengah) dan Kadisdik Lampung Sulpakar (dua kiri) foto bersama usai penyuluhan kepada 250 kepala sekolah se-Lampung di Gedung Pusiban, Pemprov Lampung, Rabu (25/10/2017). DOK HUMAS POLDA LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dalam rangka langkah antisipasi dan pencegahan terhadap tindak pidana penyalahgunaan media sosial, tindak pidana asusila, dan tindak pidana penyalahgunaan narkoba, Bidang Hukum Polda Lampung menggelar penyuluhan kepada 250 perwakilan kepala sekolah dan guru se-Provinsi Lampung, serta Kasat Binmas Jajaran Polda Lampung, di Gedung Pusiban, kompleks kantor Pemerintahan Provinsi Lampung, Rabu (25/10/2017) siang.
Kapolda Lampung Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo melalui Kepala Bidang Hukum Polda Lampung Kombes Pol Sismulyono mengatakan penyuluhan tersebut merupakan salah satu langkah strategis yang menyentuh langsung ke lapisan masyarakat. "Upaya tersebut dilakukan sebagai antisipasi dan pencegahan terhadap tindak pidana penyalahgunaan media sosial, asusila, dan penyalahgunaan narkoba," kata Sismulyono melalui rilis yang diterima Lampost.co, Rabu (25/10/2017).
Menurut Sismulyono, penggunaan gadget atau smartphone saat ini sudah tidak mengenal batasan usia dan waktu. Oleh sebab itu, pihaknya mengharapkan kepala sekolah dan guru setingkat SMA dan SMK se-Provinsi Lampung untuk bisa menyosialisasikan UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, nota kesepahaman antara Dewan Pendidikan Provinsi Lampung dan Kapolda Lampung No. DP 0021.01 2017 tentang Percepatan Mutu Pendidikan Provinsi Lampung, rencana kerja Bidkum Polda Lampung Tahun 2017 dan rencana kegiatan hukum Polda Lampung Tahun 2017.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Sulpakar menilai penyuluhan yang dilakukan sangat istimewa, karena dihadiri oleh seluruh perwakilan kepala sekolah dan guru SMA dan SMK dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. "Biasanya setiap penyuluhan hanya dihadiri oleh Bandar Lampung dan Pesawaran. Tapi, rekan-rekan dari kabupaten/kota se-Lampung datang. Jadi lebih bagus karena rekan-rekan bisa menyampaikan hasil penyuluhan ini kepada seluruh siswa dan masyarakat," kata dia.
Selain itu, semakin terkikisnya budaya bangsa dan tidak meratanya pelayanan pendidikan yang ada di Lampung, menurut Sulpakar, menjadi persoalan secara nasional pendidikan di Lampung kurang, akibat sarana dan prasarananya yang masih kurang. Namun, langkah memajukan pendidikan sudah dilakukan dengan beberapa kebijakan pemerintah, seperti menggratiskan sekolah baik keluarga miskin atau nonmiskin. "Selama ini masalah yang muncul di daerah di antaranya menurunnya prestasi siswa atau menurunnya karakter
siswa," ujarnya. 

Adi Sunaryo

loading...
<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar