#narkotika#polda

Polda bakal Konfrontasi Pemasok Narkotika ke Sipir

( kata)
Polda bakal Konfrontasi Pemasok Narkotika ke Sipir
Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co) – Kasus penangkapan dua sipir dan satu bandar narkotika berkembang. Berdasarkan keterangan dari pelaku, pemasok barang haram itu bernama Habibi. Ia diduga berada di rutan Way Hui atau LP Kelas IIA Narkotika, Bandar Lampung, yang memang lokasinya bersebelahan.

Namun ternyata ada 5 nama Habibi di dua instansi Kanwil Kemenkumham Lampung itu. Kepala LP Kelas II A Narkotika Hensah mengatakan di lapasnya ada 4 orang yang bernama Habibi.

"Kalau kabar itu kami sudah dengar, di LP kita ada empat nama habibi," ujarnya minggu 12 juni 2019.

Meski demikian, Hensah belum mengambil tindakan awal, baik pemeriksaan test urine, maupun pemisahan dari napi lain terhadap Habibi.

"Ini kan masih informasi di media, jadi kita belum ambil tindakan, tapi kalau Polda minta tentunya kita siap membantu dan sangat terbuka," katanya.

Sebelumnya, Kepala Pengamanan Rutan Way Hui Farizal Antony mengatakan, soal nama Habibi yang disebutkan polda Lampung sebagai pemasok narkoba ke para pelaku. Pihaknya belum bisa berbicara banyak, karena masih menunggu hasil dari kepolisian. Namun rutan Way Hui memiliki napi bernama Farhan Habibi bin Alwi, yang berstatus tahanan pengadilan.

"Kita sudah koordinasikan dengan lapas narkotik (lapas Kelas Narkotika kelas II A Bandar Lampung), ternyata ada juga yang nama nya habibi," katanya.

Hal itu membuat Rutan way Hui belum bisa mengambil kesimpulan dan upaya penindakan.

"Kita sudah tes urine yang bersangkutan (Habibi) hasilnya negatif, tapi yang bersangkutan kita pindahkan ke sel pengasingan, agar ada pantauan yang melekat," katanya.

Dikonfirmasi, Dirresnarkoba Polda Lampung Kombespol Shobarmen soal ada 5 nama Habibi, pihaknya akan mendalami hal tersebut.

"Ya nanti kita konfrontasi aja, kan memang keterangannya rutan, cuma karena itu (belum jelas rinci, rutan  atau lapas), kita konfrontir aja, kita temukan dengan pelaku," ujarnya Minggu, 12 Januari 2019.

Ditanya apakah ada dugaan dibantu dengan oknum sipir terkait peredaran narkoba, pihaknya belum fokus ke dugaan tersebut.

"Kita fokus ke pelaku dulu, untuk keterangan tambahan, dan berkas perkara, kalau ada perkembangan (dugaan sipir), ya bisa ditindaklanjuti," kata alumnus akbari 1992 itu.

Status para pelaku pun akan ditentukan besok. Apakah menjadi tersangka, apakah ditahan atau akan ada rehabilitasi untuk pengguna.

"Kan 3x24 jam, untuk penentuan status kalau perkara narkotika, besok kita gelar perkara, kalau sekarang ya masih ditahan," ungkapnya.

 

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar