#bandarlampung#lampung#PelemahanKPK

PMII Lampung Tolak Pelemahan KPK

( kata)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ratusan anggota Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Lampung menggelar aksi damai di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Senin 23 September 2019. Mereka menolak pelemahan KPK.

Koordinator aksi, Agis Dwi Prakoso, mengatakan PMII tegas menolak pelemahan KPK sebelum disahkan, Revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK)  dikritik banyak kalangan. Hal itu karena pasal-pasal yang direvisi akan melemahkan institusi KPK sebagai lembaga antirasuah negara. 

"Kita menyerukan untuk menolak UU KPK yang telah disahkan, stop menjadikan KPK sebagai alat politik dan mengajak masyarakat tertlibat aktif mengawasi kinerja KPK," katanya dalam orasinya.

Ia mengatakan Revisi Undang-Undang tersebut juga akan mengganggu Independensi KPK. Sejak munculnya wacana RUU KPK tersebut, dukungan terhadap KPK terus mengalir, upaya. mempertahankan independensi KPK Ribuan massa melakukan aksi demonstrasi menolak RUU KPK di depan Kantor DPR RI serta di gedung KPK. Gerakan tersebut kemudian muncul hingga di berbagai daerah.

"Meski banyak penolakan terkait hal tersebut DPR-RI bersama Presiden RI tetap membahas RUU yang sangat kontroversial itu. Sikap badan Legislatif dan Eksekutif negara tersebut dianggap tidak mendengarkan aspirasi dari rakyat. Maka sudah seharusaya badan Legislatif maupun Eksekutif negara mendengarkan dan mempertimbangkan apa yang disuarakan dan diinginkan oleh rakyat," katanya.

Selain dari pada itu, PKC PMII Lampung mengajak masyarakat untuk mengawasi kinerja KPK dalam memberantas Tindak Pidana Korupsi, karena banyak asumsi yang beredar bahwa ada yang menunggangi Oknum-oknum KPK. Para elit menggunakan kebebasan KPK sebagai lembaga tanpa pengawasan dalam menjatulikan lawan politiknya yang cenderung tebang pilih, itu terbukti dengan banyakuya kasus-kasus besar yang tidak di ungkap hingga selesai oleh KPK, Contoh kasus, Centuri, Hambalang, BLBI dan E-KTP.

Triyadi Isworo/Umar Robani

Berita Terkait

Komentar