#sriwijayaair#pesawatjatuh

PMI Tubaba Berikan Pendampingan Mental Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air

( kata)
PMI Tubaba Berikan Pendampingan Mental Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air
Relawan PMI mengunjungi keluarga korban insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Totomakmur, Batuputih, Tulangbawang Barat (Tubaba), Senin, 11 Januari 2021. Lampost.co/Merwan


Panaragan (Lampost.co) -- Tiga keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 mendapat pendampingan psikososial dari Palang Merah Indonesia (PMI) Tulangbawang Barat (Tubaba). Pendampingan diberikan untuk memberikan semangat dan motivasi sebagai upaya pemulihan mental dan psikologis keluarga.

"Kami dari PMI sudah mengujungi keluarga korban untuk memberikan pendampingan psikososial," ujar ketua PMI Tubaba, Agus Subagio, kepada Lampost.co, Senin 11 Januari 2021.

Menurutnya, layanan dukungan psikososial sangat penting diberikan sebagai bentuk pendampingan terhadap korban yang mengalami trauma akibat bencana.

"Pendampingan yang dilakukan tersebut bisa berupa terapi psikososial, pelayanan konseling, psikoedukasi, serta penguatan-penguatan sosiol psikologis lainnya," ujar dia.

Tidak hanya dukungan psikososial, PMI Tubaba juga telah mengaktifkan pelayanan Restoring Family Link (RFL) atau Pemulihan Hubungan Keluarga bagi keluarga korban sejak  Minggu (10/1/2021) lalu di Posko atau Markas PMI Pulung Kencana.

Pihaknya juga menurunkan Pengurus PMI Kecamatan Batu Putih dua orang dan empat relawan untuk bertugas melakukan pendataan dengan menggunakan Form Jaringan Berita Keluarga.

"Tim ini bertugas untuk mendapatkan kontak keluarga yang dapat dihubungi agar keluarga korban mendapatkan informasi terkini, terutama terkait pencarian korban oleh Tim SAR yang kini tengah bekerja. Dalam hal ini, kami pun masih terus berkoordinasi dengan PMI Provinsi dan PMI Pusat untuk update informasi terkait pencarian korban," ungkapnya. 

Ketiga keluarga yang dikujungi PMI tersebut adalah keluarga Sugiono Effendi, Pipit Piyono, dan Yohanes. Ketiga warga Totomakmur, Batuputih, Tubaba ini masuk dalam daftar penumpang Sriwijaya SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu 9 Januari 2021. Ketiganya, merantau ke Pontianak untuk bekerja sebagai buruh bangunan. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar