#pemkotmetro#beritalampung

PMI Metro Sesalkan Mobil Operasional Ditarik Pemkot untuk Lembaga Lain

( kata)
PMI Metro Sesalkan Mobil Operasional Ditarik Pemkot untuk Lembaga Lain
Pelaksana Harian Ketua PMI Kota Metro, Yahya Wilis. Lampost.co/Bambang


Metro (Lampost.co) -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro mengaku kecewa terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang menarik kendaraan operasional Daihatsu Terios 2015 bernomor Polisi BE 1230 FZ. Pasalnya, mobil tersebut ditarik untuk dipinjamkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Metro. 

Pelaksana Harian Ketua PMI Kota Metro, Yahya Wilis, mengatakan kendaraan operasional itu digunakan PMI untuk kegiatan donor darah. 

"Pada prinsipnya kami rela dan ikhlas kalau kendaraan itu diminta kembali dan akan digunakan Pemkot. Tapi, jangan malah diserahkan kepada lembaga lain," kata dia, Kamis, 24 Juni 2021.

Dia menjelaskan, penarikan kendaraan itu melalui surat yang ditandatangani Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman, pada 21 Juni 2021 dan diterima PMI pada hari berikutnya. Kemudian pada 23 Juni 2021, kendaraan yang ditarik itu diserahkan ke MUI.

"Kami terima suratnya dari Pemkot pada 22 Juni dan harus diserahkan hari itu juga," ujar Yahya. 

Dia menambahkan, kendaraan itu dipinjamkan sejak 23 Januari 2018. Dalam ketentuannya, peminjaman kendaraan itu diberikan waktu selama dua tahun dan dapat di perpanjang. Sehingga, pihaknya melakukan perpanjangan selama lima tahun pada 2019.

Perpanjangan itu diajukan karena PMU masih membutuhkan kendaraan operasional untuk kegiatan donor darah. "Mobil itu kami gunakan jika ada bencana dan pelatihan-pelatihan. Kami rutin melaksanakan kegiatan palang merah remaja di semua sekolah di Metro dan tim PMI di Metro juga sebagai pelatih untuk provinsi, sehingga digunakan juga untuk perjalanan ke luar daerah," kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman, mengatakan penarikan kendaraan tersebut dalam rangka penataan aset agar berdayaguna. "Saya pikir itu saja," singkatnya saat ditemui di depan ruang kerjanya.

Terkait penyerahannya kepada MUI, dia beralasan agar peminjaman kendaraan dari Pemkot diberikan secara bergantian. "Iya gak apa-apa, gantian lah. Gantian saja, nanti kalau mau ditarik lagi, ke sana lagi. Kami sudah komunikasi dengan pak Yahya, saya kira tidak ada komen lagi," kata dia.

Dengan tidak adanya mobil operasional PMI, dia berjanji akan memikirkannya. "Saya tidak bicara penting atau tidak penting, semuanya penting. Nanti kami pikirkan lagi," ucapnya.

Dia juga membantah peminjaman mobil tersebut kepada MUI sebagai janji politik saat Pilkada lalu. "Oh tidak ada, nggak ono. Uwes cukup," kata dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar