#pmk#metro

PMI dan DKPPP Metro Kolaborasi Tangkal PMK

( kata)
PMI dan DKPPP Metro Kolaborasi Tangkal PMK
Kepala DKPPP Metro, Herry Wiratno dan Ketua PMI Metro, Silfia Naharani Wahdi saat mengawasi penyemprotan disinfektan di Metro Pusat, Rabu, 6 Juli 2022. (Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Palang Metro Indonesia (PMI) dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro berkolaborasi  menyemprot disinfektan untuk menangkal penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bumi Sai Wawai. 

Ketua PMI Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi mengatakan, selain bergerak di bidang kemanusiaan, PMI juga siap bergerak untuk lingkaran serta makhluk hidup lainnya. 

"Saat ini ada wabah PMK yang tengah merebak di Kota Metro, kami langsung mengambil peran untuk membantu para peternak agar bisa terbebas dari wabah PMK," kata dia, Rabu, 6 Juli 2022.  

Silfia menjelaskan dengan melakukan pencegahan secara preventif tentu dapat memutus bahkan mencegah penyebaran ke wilayah lain. 

"Kami lakukan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang. Kali ini kami melakukan penyemprotan di wilayah Metro Pusat. Supaya di situ menjadi preventif dan memutus penyebaran wabah PMK," ujarnya. 

Silfia menjelaskan, pihaknya akan selalu siap untuk berkolaborasi agar penanganan kasus dapat terselesaikan dengan maksimal. 

"Kami ikut dengan agenda dinas. Kami akan menyiapkan tenaga dengan SDM yang memadai, sehingga dapat memotivasi para peternak agar lebih maksimal," kata Silfia.

Baca juga: 2 Ekor Sapi di Metro Pusat Terjangkit PMK

Di sisi lain, Kepala DKPPP Kota Metro Herry Wiratno mengatakan, dalam penyemprotan disinfektan ini menggunakan jenis Eco Enzyme agar bisa ramah dengan lingkungan. 

"Ini sebuah wabah dan tidak bisa untuk ditutupi. Kami akan terus melakukan penyemprotan hingga wabah ini terselesaikan," ujarnya.

Herry menyebut, kolaborasi ini merupakan kepedulian pemerintah yang diberikan untuk masyarakat di mana dalam melakukan pencegahan penyebaran virus tak dapat berjalan sendiri. 

"Kami harus bergerak bersama. Intinya sama-sama saling menjaga kesehatan dan kebersihan kandang. Serta peternak juga harus hati-hati dalam menerima hewan dari daerah lain," ungkapnya. 

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar