koronacoronavirus

PM Australia Ragu Penutupan Perbatasan Berakhir Saat Natal

( kata)
PM Australia Ragu Penutupan Perbatasan Berakhir Saat Natal
Polisi militer mengawasi jalannya lockdown di Victoria, Australia. (Foto; AFP)

Canberra (Lampost.co) -- Perdana Menteri Australia Scott Morrison pernah berharap berbagai pembatasan terkait virus korona (covid-19), termasuk penutupan perbatasan, akan berakhir saat Hari Raya Natal. Namun saat ini, ia meragukannya.

"Saya akan menyambut baik jika memang semuanya selesai saat Natal, tapi sepertinya kita belum bisa kembali ke kehidupan bermasyarakat tanpa pembatasan seperti sedia kala," kata PM Morrison.

"Saya ragu hal itu dapat terwujud, dan saya juga ragu jika melihat situasi medis saat ini," sambungnya, dikutip dari laman stuff.co.nz, Senin 10 Agustus 2020.

PM Morrison menyebut, hal penting yang dapat dilakukan saat ini adalah "melihat, menguji coba, dan memeriksa semua bukti medis" terkait pandemi covid-19.

Mengenai penutupan perbatasan, ia meminta pemerintah negara bagian New South Wales (NSW) dan Australian Capital Territory (ACT) untuk mengizinkan pulang puluhan warga Canberra yang terjebak di antara wilayah NSW-Victoria. Perbatasan tersebut ditutup karena adanya lonjakan kasus covid-19 di seantero Victoria.

Menurut PM Morrison, pemimpin NSW dan ACT perlu menjelaskan tiap-tiap keputusan yang mereka ambil seputar covid-19. Jika ada masalah komunikasi, PM Morrison mendorong dua negara bagian itu untuk segera menyelesaikannya.

Mengenai penguncian wilayah (lockdown) di Victoria dan area terdampak lain di Australia, PM Morrison mengecam keras beberapa media yang menyiratkan bahwa nyawa orang lanjut usia sebaiknya "dikorbankan" demi menghindari dampak buruk terhadap perekonomian. Ia menyebut anggapan seperti itu merupakan sesuatu yang "amoral dan menjijikkan."

Victoria mencatat 19 kematian harian akibat covid-19 pada Senin ini, yang menjadikan totalnya mencapai 314. Angka harian tersebut merupakan yang tertinggi di Victoria sejauh ini.

Winarko



Berita Terkait



Komentar