#rektorunila#suap#korupsi#ott#kpk

Plt Rektor Pastikan Layanan Mahasiswa di Unila tidak Mandek

( kata)
Plt Rektor Pastikan Layanan Mahasiswa di Unila tidak Mandek
Plt Rektor Unila, Muhammad Sofwan Effendi, saat memberikan keterangan di Gedung Rektorat Unila. Senin, 22 Agustus 2022. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Plt. Rektor Universitas Lampung (Unila) Mohammad Sofwan Efendi memastikan Tri Darma perguruan tinggi akan tetap berjalan di tengah terpaan kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri yang menjerat sejumlah pejabat tinggi kampus. 

"Saya kumpulkan Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) untuk berkoordinasi agar layanan mahasiswa tidak boleh berhenti, tidak boleh terhambat karena masalah ini," katanya, saat memberikan keterangan di Gedung Rektorat Unila, Senin, 22 Agustus 2022. 

Baca: Strategi Sofwan Pulihkan Unila usai Ditunjuk Jadi Plt Rektor

 

Menurutnya, Unila sebagai garda moral bangsa dalam menjaga etika akademik tidak boleh terganggu baik secara pelayanan maupun kegiatan perkuliahan. 

"Saya berkoordinasi tentang langkah-langkah ke depan. Juga mengagendakan rapat rutin dengan pimpinan yang ada di sini untuk segera melakukan pengisian jabatan yang kosong," ujarnya. 

"Kalau jabatan yang kosong, Muhammad Basri batal dilantik menjadi Dekan FKIP, akan digantikan dengan Dekan sebelumnya, Prof. Patuan Raja selama satu bulan sampai pemilihan dekan diselenggarakan lagi," sambungnya.

Ia menyampaikan, hal tersebut dalam rangka pembelajaran. Semuanya harus berjalan dengan baik dan tidak terganggu dalam rangka menjaga marwah perguruan tinggi. 

Baca: 7 Tuntutan Mahasiswa Pasca OTT Rektor Unila 

 

"Itu kita menjaga marwah Unila, agar tidak tergerus hal-hal yang terjadi di luar," jelasnya. 

Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjuk Mohammad Sofwan Effendi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Lampung (Unila). Direktur Sumber Daya Kemendikbudristek RI ini resmi menggantikan Karomani yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sejumlah pejabat lainnya. 

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar