#politik#pan#kisruh#demokrasi

Plt Ketua PAN Lampung Permainkan Balonkada dan Kader

( kata)
Plt Ketua PAN Lampung Permainkan Balonkada dan Kader
Ketua DPD PAN Metro Megasari (kanan) menyerahkan surat penolakan Plt Ketua DPW PAN Lampung Irfan Nuranda Djafar sebagai bakal calon wali kota Metro di Metro, Sabtu, 27 Juni 2020. Istimewa

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Partai Amanat Nasional (PAN) terus berpolemik dalam menjalankan roda organisasi di kancah perpolitikan tingkat lokal, terutama menjelang dua hajatan besar. Selain akan menghadapi Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Lampung periode 2020-2025 pada Juli dan pemilihan kepala daerah (pilkada) di 8 kabupaten/kota pada 9 Desember 2020.

Bahkan, Plt Ketua DPW PAN Lampung, Irfan Nuranda Djafar, terkesan mempermaikan bakal calon kepala daerah (balonkada) dan jajaran kader partai di tingkat kabupaten/kota sampai akar rumput atau grassroot. Para kader di tingkat bawah pun seperti pecah terombang-ambing tidak terarah.

Seperti di Pilkada Pesawaran, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan sudah merestui pasangan Dendi Ramadhona-Kol (Purn) S Marzuki sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Pesawaran sesuai dengan Surat Keputusan DPP PAN Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/060/VI/2020 tertanggal 15 Juni 2020. Namun, Irfan menahan informasi dukungan tersebut sehingga terjadi kegaduhan di tingkat bawah dan membuat suara partai terpecah serta tidak mengindahkan perintah pusat.

Kemudian juga pada saat pertemuan di Kantor DPD PAN Kota Metro, Jalan Ryacudu, Sabtu, 27 Juni 2020. Pada saat itu, Irfan Nuranda Djafar sedang memberikan arahan dan memimpin kegiatan partai tersebut, tapi tiba-tiba dari luar ruangan terjadi keributan baku hantam antara kader partai. Peristiwa tersebut akhirnya dilaporkan kepada kepolisian dengan bukti Laporan Polisi Nomor: LP/271-B/VI/2020/LPG/RES METRO tanggal 27 Juni 2020 tentang Tindak Pidana Pengeroyokan.

Menanggapi hal tersebut, Irfan Nuranda Djafar mengatakan rentetan kejadian tersebut merupakan hal yang biasa dalam partai politik. Dia pun menanggapi santai kejadian tersebut.

Dia juga menganggap wajar bila ada orang yang membela salah satu calon kepala daerah sebagai jagoannya dalam pilkada. "Yang ribut bukan kita, itu antarmereka. Kami santai saja enggak ada masalah," katanya kepada Lampost.co, Minggu, 28 Juni 2020.

Irfan yang juga ditugaskan sebagai bakal calon wali kota Metro dari PAN di Pilkada Kota Metro mengaku biasa saja ketika ditolak beberapa kader di bawah atas pencalonannya. Namun, dia mengaku akan jalan terus menjalankan tugas.

Ketika disinggung mengenai langkah DPP PAN dan DPW PAN Lampung selanjutnya, dia mengatakan partai membiarkannya karena hal tersebut merupakan tanda demokrasi di partai. Dia juga bersikap biasa saja dan jalan terus menjalankan roda organisasi partai menyambut muswil dan konsolidasi pilkada 8 kabupaten/kota se-Lampung.

"Gak apa-apa itu tanda demokrasi, biasa saja kami jalan terus. Itu kan preman-preman partai, gak apa-apa. Kongres saja gempar. Ya biarin saja gak ada masalah itu biasa. Agenda partai jalan semua," kata Irfan yang juga wakil sekretaris jenderal DPP PAN ini.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar