#pln#listrik#razia#beritalampung

PLN Tindak 6 Pelanggar Listrik Kawasan Taman Gajah

( kata)
PLN Tindak 6 Pelanggar Listrik Kawasan Taman Gajah
Tim P2TL memeriksa Kwh Meter warung disekitaran Taman Gajah dan Lapangan Saburai, Enggal, Kamis (20/6/2019) malam. Lampost.co/Effran Kurniawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menindak enam pengguna listrik yang diduga melakukan pelanggaran di kawasan lapangan Saburai dan Taman Gajah, Kamis (20/6/2019) malam. Sanksi pemutusan sementara diberikan kepada masyarakat atas tindakan sambungan atau sadapan sebelum alat ukur, sehingga mempengaruhi kinerja alat ukur.

Pantauan Lampung Post, PLN menerjunkan enam tim yang memeriksa ratusan warung dan pertokoan disekitar lapangan Saburai dan Taman Gajah, Enggal, Bandar Lampung. Dalam kegiatan Peremajaan Aset dan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) itu seluruh tim memeriksa legalitas Kwh meter yang terpasang. 

Selain itu, tim P2TL juga mensosialisasikan bahayanya kabel yang menggantung terlalu rendah dan kabel yang tergeletak di jalan. Sebab, hal tersebut memiliki resiko kebakaran dan sentrum yang bisa mengalir ke tubuh masyarakat jika kabel yang terpasang terkelupas.

Manajer Efesiensi Pengukuran dan Mutu Sistem Distribusi PLN UID Lampung, Nikolas Denis Adrian menjelaskan kegiatan itu dilakukan secara rutin dan terjadwal untuk mengurangi pemakaian  ilegal, mencegah terjadinya kebakaran, dan memastikan titik Kwh meter terpasang sesuai prosedur. 

Dalam operasi tersebut, pihaknya mendapati enam warung yang melakukan pelanggaran berupa penyambungan atau sadapan sebelum alat ukur. Tindakan itu berpengaruh terhadap kinerja alat ukur dan bahkan tidak mengukur sama sekali. Terlebih, perbuatan itu berpotensi menimbulkan kebakaran. "Kami mendapati enam temuan pelanggaran itu. Sehingga, kami langsung berikan sanksi pemutusan sementara dan pelanggan kami minta untuk menyelesaikan tagihan susulan di Kantor PLN," kata Denis disela-sela razia

Effran Kurniawan

Berita Terkait

Komentar