#PLN#Kelistrikan#GangguanListrik#Ketapang#LampungSelatan

PLN Sebar Spanduk Antisipasi Gangguan Layangan

( kata)
PLN Sebar Spanduk Antisipasi Gangguan Layangan
Ilustrasi - Medcom.id.


KALIANDA (Lampost.co) -- PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kalianda gencarkan menyebar spanduk himbuan di kecamatan tersebut. 

Hal itu dilakukan mengantisipasi pemadaman listrik yang kerap terjadi akibat gangguan dari penggunaan kawat pada permainan layang-layang di kecamatan setempat.

"Saat ini spanduk maupun banner sudah ada di PLN Kalianda. Mungkin Senin, 21 Oktober 2019 lusa sudah dikirim dan langsung kami pasang pada lokasi lokasi yang kerap digunakan bermain layang- layang," kata manager PT PLN (Persero) ULP Kalianda Bennie Adenata melalu Petugas PT PLN (Persero) Kecamatan Ketapang Erwin kepada Lampost.co,  Sabtu 19 Oktober 2019.

Ia menyebut permainan layang-layang dekat dengan aliran listrik membahayakan jaringan dan gardu induk PLN. Selain mengganggu kelancaran pasokan listrik pelanggan, korban luka dan jiwa pun bisa terjadi akibat dari permainan layang-layang tersebut.

"Beberapa kali listrik mati hidup mati hidup karena layang-layang berkawat nyangkut di jaringan listrik PLN, sehingga menyebabkan hubungan singkat dan membuat pasokan listrik berhenti," ungkapnya.

Bila hal tersebut terjadi pada jaringan tegangan menengah atau tinggi, imbuhnya, setidaknya 3 hingga 4 kabupaten bisa terhenti pasokan listriknya, hanya karena satu layang-layang.

"Melalui himbauan itu nanti kami berharap permainan layang-layang yang berpotensi mengganggu jaringan listrik bisa dihentikan. Sebab kalau sudah terjadi,  PLN rugi, masyarakat juga rugi,” harapnya.  

Dikatakannya, himbauan ini merupakan bentuk komitmen PLN menjaga keselamatan masyarakat umum, selain dengan melakukan inspeksi keselamatan ketenagalistrikan, pihaknya juga mengajak warga masyarakat agar menambah wawasan dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat listrik.

"Listrik dapat memberikan manfaat  untuk kehidupan yang lebih baik.  Namun kalau pemanfaatannya tidak tepat justru akan menimbulkan bahaya," tandasnya.

Aan Kridolaksono







Berita Terkait



Komentar