#radiasi#pembangunangarduinduk#pln#listrik

PLN Jamin Gardu Induk Talangbaru Aman Radiasi

( kata)
PLN Jamin Gardu Induk Talangbaru Aman Radiasi
PLN UPP jaringan Lampung memberikan pemaparan terkait dampak dari pembangunan Gardu Induk di Desa Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Lampost.co/Perdhana

Kalianda (Lampost.co): PLN UPP jaringan Lampung, menjamin Gardu Induk di Dusun Talangtoiba, Desa Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, tidak berdampak radiasi kepada masyarakat sekitar. 

Kepala Bagian Pertanahan PLN UPP jaringan Lampung, Soni Irawan, menjelaskan jarak bangunan GI 150 KV dengan pemukiman warga dalam ambang batas aman. 

"Tidak ada dampak radiasi yang ditimbulkan dari GI seperti yang dicemaskan warga, " kata dia dihadapan puluhan masyarakat Dusun Talangtoiba, Rabu 29 Juli 2020. 

Kontruksi GI dengan kapasitas 150 KV berjarak sekitar 50 meter dari batas areal atau pagar, sedangkan ambang batas aman horizontal dari sumbu vertikal tower 10 meter. 

"Kontruksi GI jaraknya jauh dari pemukiman, maka butuh lahan yang luas seperti yang ada," ujarnya. 

Dijelaskannya, jarak bebas aman itu sudah sesuai dengan Permen ESDM 18/2015 tentang ruang bebas dan jarak minimum SUTT, SUTET, dan arus searah untuk jaringan penyaluran listrik. 

"Sudah sesuai aturan yang berlaku selama ini," kata dia.

Saat ditanya, jarak aman yang dimaksud merupakan hasil penelitian atau riset ahli, Ia mengaku itu pasti berdasarkan hasil penelitian dan riset. 

"Saya tidak bisa menjelaskan secara rinci, tapi lihat saja GI yang sudah beroperasi selama ini," ujar dia. 

Sedangkan untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gardu Induk yang di bangun diatas lahan seluas sekitar 2 hektare, Ia mengaku baru akan di proses. 

"Terkait dengan IMB kami baru mau proses," ujarnya. 

Pada kesempatan sosialisasi adanya Gardu Induk milik BUMN di balai Desa Talangbaru itu, warga sekitar menanyakan izin lingkungan dan kompensasi yang belum dilakukan pihak PLN. 

"Sampai saat ini belum ada yang meminta izin berikut dengan kompensasinya," kata Abu (46) warga sekitar. 

Selain itu, ada warga lainnya yang protes dari dampak dari aktivitas armada proyek yang mengakibatkan jalan di dusun setempat menjadi rusak. 

"Armada yang muat material ke proyek GI keluar masuk, akibatnya jalan rusak," kata Robin (41).

Pertanyaan kedua warga setempat langsung di respon dengan menyatakan prihal izin lingkungan tidak ada kompensasinya, karena tidak ada aturannya. 

"Tidak ada dalam aturannya, jadi tidak ada kompensasinya, tapi nanti akan kami sampaikan ke pimpinan," kata Sony. 

Sedangkan untuk kerusakan jalan dampak dari aktivitas armada, pihaknya akan koordinasi dengan vendor yang terlibat dalam pembangunan proyek nasional itu. "Nanti kami sampaikan ke vendor mengenai keluhan ini," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Desa Talangbaru Ahmadi mengaku kegiatan sosialisasi ini ia hanya memfasilitasi masyarakat.

"Semua tuntutan warga sudah saya sampaikan, jika ada yang kurang jelas silahkan ditanya di forum ini," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar