#plhut#umrah#haji#humaniora#kemenag

PLHUT Diresmikan, Warga Tak Perlu Ribet Lagi Daftar Haji dan Umrah

( kata)
PLHUT Diresmikan, Warga Tak Perlu Ribet Lagi Daftar Haji dan Umrah
Peresmian PLHUT oleh Dirjen PHU Kemenag Nizar Ali dilakukan secara simbolik dengan pemotongan pita. Lampost.co/Umar Robbani

Bandar Lampung (Lampost.co): Kementerian Agama Bandar Lampung kini memiliki Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) yang diresmikan di area Kantor Wilayah Kemenag Bandar Lampung, Jalan P Emir Moh Noer, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Senin, 16 Desember 2019. Dengan adanya PLHUT ini, warga tak akan lagi mengalami kesulitan saat mendaftar haji dan umrah.

Kakanwil Kemenag Bandar Lampung Mahmuddin Aris Rayusman mengatakan PLHUT tersebut diperuntukkan untuk memangkas birokrasi yang berbelit. Menurutnya, birokrasi pelayanan haji dan umrah menyulitkan pendaftar.

"Jadi untuk mengurus pendaftaran hingga pembayaran bisa disini (PLHUT) termasuk pembatalan pemberangkatan," jelasnya saat menyampaikan sambutan.

Kepala Seksi Layanan Haji dan Umrah Abdul Basid mengatakan PLHUT menyediakan semua layanan terkait pemberangkatan haji dan umrah.

"Kita akan menyiapkan tiga bank yang akan membuka layanan disini (PLHUT) untuk keperluan pembayaran. Jadi pendaftar tak perlu mondar-mandir lagi," jelasnya.

Selain itu pihaknya juga menyiapkan studio foto. Menurutnya banyak pendaftar yang terkendala untuk kelengkapan foto. Sehingga, warga mesti pergi keluar lagi untuk mendapatkan foto.

"Pendaftar juga bisa foto dan langsung cetak untuk keperluan administrasi disini (PLHUT)," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sistem antrean berbasis komputer. Hal itu membuat antrean menjadi lebih tertib dari sebelumnya. "Kalau sebelumnya itu kita masih manual, sekarang jadi lebih tertib," kata dia.

Peresmian gedung PLHUT itu diresmikan secara simbolik oleh Dirjen Pelayanan Haji dan Umroh Kemenag Nizar Ali. Ia menjelaskan, PLHUT tersebut merupakan yang pertama di Lampung. Pada 2019 terdapat 16 PLHUT dibangun secara nasional.

"Ini yang pertama di Lampung dan pengajuannya harus memenuhi kriteria yang cukup sulit. Jadi ini merupakan prestasi bagi Kemenag Bandar Lampung," kata dia.

Untuk membangun PLHUT suatu daerah mesti memiliki minimal tiga ribu jemaah dalam setahun. Menurutnya, hal itu agar penggunaannya maksimal. Selain itu daerah harus menyiapkan wilayah minimal seluas 400 meter persegi dengan atas nama Kemenag.

"Pada 2020 mendatang bakal ada penambahan 40 PLHUT secara nasional, mudah-mudahan di Lampung bertambah lagi," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar