#pengerahanmassa#plenoKPU#polda#beritalampung

Pleno KPU, Kapolda Minta Jangan Ada Pengerahan Massa

( kata)
Pleno KPU, Kapolda Minta Jangan Ada Pengerahan Massa
Kapolda Lampung Irjen Suntana. (Foto:Dok.Lampost)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kapolda Lampung Irjenpol Sutana meminta agar masyarakat Lampung khususnya pasangan calon gubernur, agar tidak membawa massa saat pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil pemungutan suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, yang rencananya akan dilaksanakan mulai Minggu, 8 Juli 2018 di Novotel.

"Kami imbau tidak usah menurunkan massa, kalau dua masa berkumpul di satu tempat bisa terjadi konflik, kasihan masyarakat Lampung," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (8/7/2018).
Tentunya pada titik final Pilkada nanti, Kapolda Lampung memerintahkan seluruh jajarannya,. agar All out mengamankan rekapitulasi. Jika masih ditemukan adanya pengerahan masa, maka Polda akan melakukan pembatasan gerak, tidak diizinkan masuk, dan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi anarki.
"Silahkan saja paslon seusai peraturan datang pada saat pleno, tentunya kami all out lakukan pengamanan, sesuai dengan kondisi," katanya.
Sementara itu, Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono mengatakan, setidaknya sekitar 500 personel Polresta Bandar Lampung dari SatSabhara, Satreskrim, Satintel, Polwan akan diturunkan untuk menjaha pleno tersebut.
"Pengaman terbuka dan tertutup sudah disiapkan," ujarny kepada Lampost.co, Jumat (8/7/2018).
Selain itu dari Satbrimobda Polda Lampung, Ditshabara Polda Lampung, dan jajaran PJU Polda Lampung juga bakal turun langsung mengamankan penghitungan suara.
"Tentunya rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan, tim pengurai masa dengan mobil yang disiapkan, water canon, k9, dan simulasi pengamanan (Sispam) kota yang sudah berulangkali dilakukan, akan dipraktekkan bila nanti terjadi hal yang tak diinginkan," katanya.

Asrul Septian Malik/Deni Zulniyadi

Berita Terkait

Komentar