#plazaliving#lingkungan

Plaza Living Punya Seabrek PR Perizinan

( kata)
Plaza Living Punya Seabrek PR Perizinan
Proyek pembangunan Plaza Living di Bandar Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pembangunan pusat perbelanjaan modern atau Plaza Living di atas lahan rawa di kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa memiliki rentetan perizinan yang harus dipenuhi sebagai syarat kegiatan kontruksi.

Syarat pembangunan mal pada tahap pra-kontruksi meliputi izin prinsip, izin lokasi, izin gangguan, rencana kemitraan dengan usaka mikro, kecil, dan menengah (UMKM), izin usaha pusat perbelanjaan, izin analisis dampak lingkungan (Amdal), dan izin upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL).

Selain itu, dibutuhkan pula dokumen analisis kondisi sosial masyarakat, izin loading test, izin commissioning test, izin membangun prasarana, izin peil banjir, izin pembuatan sumur bor, dan izin penyambungan saluran pembuangan.

Baca: Pemkot Didesak Awasi Pembangunan Plaza Living

 

Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung Muhtadi menyebut sebagian besar perizinan telah terpenuhi pengelola proyek Plaza Living.

"Semua izin sudah dibahas dan disetujui dalam rapat Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD). Termasuk Izin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP) ini nanti setelah bangunan gedung selesai dan mulai beroperasi. Izin tersebut berbarengan dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)," ujarnya, Minggu, 23 Mei 2021.  

Rapat TKPRD juga membahas izin peil banjir sebagai syarat rekomendasi untuk perizinan lainnya. 

"Lalu Amdal, SPT-nya sedang dalam proses sudah dibahas dalam komisi terkait," katanya.  

Senada, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan mengatakan izin peil banjir telah dikeluarkan surat rekomendasi namun dengan catatan yang harus dipenuhi pihak pengembang.

"Isinya harus membuat embung dan penataan drainase di lingkungan itu sehingga tidak mengakibatkan banjir. Jika tidak, maka rekomendasi peil banjir bisa dicabut," katanya. 

Meski demikian PT. 328 sebagai pelaksana kontruksi yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group sebagai pengembang harus memperhatikan secara teliti tentang dampak lingkungan sekitar, terutama bagi warga setempat.  

Akademisi lingkungan M. Toha faktor menyebut dampak sosial masyarakat sangat sensitif, terlebih menyangkut lingkungan pemukiman sekitar terhadap hasil pembangunan Plaza Living.

"Pengembang nanti akan membuat embung itu seberapa luas dan di mana posisinya. Jangan sampai keberadaan embung malah menggangu akses masyarakat sekitar. Embung juga harus punya fungsi ganda, yakni selain menampung juga sebagai resapan air," katanya.  

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar