#KabinetJokowi#PrabowoSubianto#KabinetKerja

PKS: Manuver Gerindra Rusak Demokrasi

( kata)
PKS: Manuver Gerindra Rusak Demokrasi
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.MI/Ramdani


Jakarta (Lampost.co): Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kecewa dengan keputusan Partai Gerindra merapat ke pemerintahan Presiden Joko Widodo. Manuver Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dianggap menurunkan kualitas demokrasi.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan kekuatan oposisi berkurang dengan hengkangnya Gerindra. Kekuatan antara koalisi pemerintah dan oposisi menjadi tidak seimbang.

"Katakanlah 570 (anggota DPR), 100 (orang oposisi) lawan 470, tidak sehat. Yang paling sehat ketika yang mendukung Pak Jokowi 300, di kita 275 itu sehat sekali, 200-250 masih sehat," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

Mardani menyebut situasi ini pertanda kualitas demokrasi memburuk. Untuk itu, dia berharap partai yang mendukung Prabowo-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tetap konsisten menjadi oposisi.

"Saya berharap PKS tidak oposisi sendirian. Kalau semuanya mendukung pemerintahan, saya membayangkan betapa berat advokasi kepentingan publik," ujar dia.

Pendapat berbeda disampaikan Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet). Ia menjamin DPR akan tetap kritis. Bergabungnya Gerindra ke pemerintahan tak lantas menghilangkan fungsi checks and balances Perlemen.

"Justru, kita berharap para menteri ke depan bekerja lebih keras lagi agar presiden tidak dikritik di Parlemen," ujar Bamsoet.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi yakin keberadaan Prabowo tak akan mengganggu kinerja pemerintahan. Prabowo tak akan menjadi matahari baru di Kabinet Kerja.

Sebagai prajurit dan negarawan, Prabowo dinilai pasti tahu benar bagaimana menempatkan diri. Eks pimpinan oposisi pemerintah itu digadang-gadang menjadi menteri pertahanan.

"Saya kira kalau di pemerintahan mataharinya satu, yakni Pak Jokowi gitu. Jika Pak Prabowo masuk ke kabinet saya kira beliau akan profesional," kata Awiek, Senin, 21 Oktober 2019.

medcom.id







Berita Terkait



Komentar