#bbm#pks#unjukrasa#ojol

PKS Lampung Desak Jokowi Batalkan Penaikan Harga BBM

( kata)
PKS Lampung Desak Jokowi Batalkan Penaikan Harga BBM
Ratusan ojek online melakukan unjuk rasa tolak penaikan harga BBM di depan gedung DPRD Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), Ade Utami Ibnu meminta Presiden Joko Widodo segera membatalkan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. 

"Rakyat susah dengan adanya kenaikan itu, demo terjadi di mana-mana. Itu tandanya Indonesia sedang tidak baik-baik saja," kata dia, Jumat, 9 September 2022.

Baca: Dampak Penaikan BBM, Hasil Tangkapan Nelayan Lampung tak Sebanding dengan Modal

 

Ade mengatakan, dampak penaikan harga BBM sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pekerja yang bergerak di bidang transportasi. 

"Wajar jika ojek online akhirnya melakukan unjuk rasa, karena BBM itu nyawa mereka. Biaya BBM yang dikeluarkan sangat mempengaruhi jumlah pendapatan mereka," katanya.

Untuk itu, Ade meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan solusi, termasuk membatalkan kebijakan penaikan harga BBM. 

"Batalkan. Batalkan saja, karena yang meminta itu rakyat," ujar dia.

Sebelumnya, Fraksi PKS melakukan walk out (WO) atau keluar dari ruangan di tengah Rapat Paripurna untuk memprotes pencabutan subsidi BBM. Seluruh anggota DPR dari F-PKS keluar dari ruang sidang sebelum Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparannya. Selasa, 6 September 2022.

Agenda rapat paripurna saat itu adalah pembahasan Tingkat II RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2021.

Anggota DPR Mulyanto mengawali dengan interupsi dan mengatakan bahwa Fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM. Setelah itu seluruh anggota DPR Fraksi PKS membentangkan kertas bertuliskan "F-PKS MENOLAK KENAIKAN BBM". 

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar