Pungliparkirpkor

PKOR Wayhalim Diklaim Tak Ada Lagi Pungli

( kata)
PKOR Wayhalim Diklaim Tak Ada Lagi Pungli
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan. Asrul

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan memastikan tidak ada lagi pungli terhadap pengunjung di Kawasan PKOR Wayhalim.

Hal itu ditegaskan Edarwan menanggapi permintaan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat soft launching, Pasar Seni dan Kreatif Paksi Wah Halim, di PKOR Wayhalim, Sabtu, 25 Juli 2020.

Pada sambutan sekaligus peresmian soft launching, Chusnunia Chalim meminta tidak adanya pungli di kawasan tersebut. Di antaranya pungli parkir, dan pungli di Kawasan Pasar Seni.

"Insya Allah tidak ada lagi, kita akan hilangkan, ke depan sudah mulai dikelola secara baik ada manajemennya. Ada kerjasama pemerintah icon," ujar Edarwan.

Edarwan mengatakan, pungli yang terjadi di Pasar Seni hanyalah miss komunikasi, dan bukan benar-benar pungli.

"Itu sebenarnya bukan pungli, karena belum kita koordinasikan dengan baik, dia (pelaku) menawarkan ada yang bersihin, nih mau enggak," katanya.

Untuk diketahui, pungli parkir di PKOR Wayhalim kerap kali dikeluhkan masyarakat. Dimana beberapa oknum mendatangi setiap pengunjung, dan meminta uang Rp5 ribu untuk satu motor. Lalu, meninggalkannya begitu saja.

Kemudian pungli di Kawasan Pasar Seni yakni, adanya penarikan uang kebersihan oleh sejumlah orang dengan nominal Rp2.000.

Kasus pungli tersebut sudah sering diberitakan Lampung Post, hingga Pemprov Lampung melalui Satpol PP Provinsi Lampung, sudah mengambil sejumlah tindakan.

Pihak Satpol PP Provinsi Lampung memasang baner di beberapa titik, tepatnya di daerah Fitnes dekat Hall B, di depan pintu gerbang PKOR, dan di area jembatan sungai, tempat masyarakat biasa santai dan berekresasi.

Banner yang dipasang bertuliskan "Pakir Gratis" dan terdapat tulisan post pengaduan satpol PP Provinsi Lampung dengan call center 018369137760.

Winarko



Berita Terkait



Komentar