#beritalampung#beritalampungterkini#penertibanpkl#pkl#pasarsmep

PKL di Jalan Imam Bonjol Diimbau Berjualan di Pasar SMEP

( kata)
PKL di Jalan Imam Bonjol Diimbau Berjualan di Pasar SMEP
Suasana pedagang di luar Pasar SMEP, beberapa waktu lalu. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Perdagangan Bandar Lampung bekerja sama dengan Satpol-PP menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Imam Bonjol, Tanjungkarang Pusat, Kamis, 20 Oktober 2022. Penertiban tersebut merupakan jawaban dari keluhan pedagang di Pasar SMEP.

Kepala Dinas Perdagangan, Wilson Faisol mengungkapkan pemerintah telah menyediakan lapak berdagang di Pasar SMEP. Namun, sebagian pedagang masih tetap berjualan di badan Jalan Imam Bonjol.

Baca juga: Penertiban PKL di Sepanjang Jalan ZA Pagaralam Berjalan Lancar

Hal tersebut membuat pedagang di dalam Pasar SMEP menjadi sepi pembeli. Kondisi itu menjadi keluhan pedagang dan mengurangi pendapatan karena pembeli banyak bertransaksi di luar gedung.

"Dengan penertiban ini diharapkan para pedagang yang tadinya di luar itu menempati lapak yang telah disediakan pemerintah," ujarnya, Rabu, 26 Oktober 2022.

Menurut dia, para PKL di jalan tersebut telah diberikan sosialisasi agar menempati lapak yang telah disediakan. Namun, banyak pedagang tak mengindahkan hal itu dan tetap menggunakan badan jalan.

Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan Satpol-PP Bandar Lampung untuk penertiban. Kegiatan penertiban dilakukan secara humanis dan para pedagang pun membongkar lapak serta memindahkan barang-barang.

"Hampir setahun menyosialisasikan ke pedagang ini agar berdagang di Pasar SMEP dan membongkar lapaknya sendiri," ujarnya.

Terkait hal itu, Plt Kasatpol-PP Bandar Lampung, Ahmad Nurizki menyampaikan tidak ada penyitaan barang milik pedagang. Pihaknya mengawal para pedagang untuk membongkar dan mengamankan barang.

Selanjutnya, pedagang diminta berdagang di area gedung Pasar SMEP. Penertiban itu dilakukan atas permintaan Dinas Perdagangan Bandar Lampung.

"Untuk di Pasar Smep atas permintaan Dinas Perdagangan. Kami hanya membantu penertiban," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar