#vaksin#covid-19

PKFI Nilai Vaksin Booster Kedua Nakes Sangat Penting

( kata)
PKFI Nilai Vaksin Booster Kedua Nakes Sangat Penting
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (lampost.co)-- Kasus baru positif Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Melansir data Satgas Covid-19, Minggu, 31 Juli 2022 ada penambahan 4.205 kasus baru.

Menanggapi hal itu Ketua Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Primer Indonesia (PKFI), dr. Boy Zaghlul Zaini memang sebelumnya vaksinasi di Provinsi Lampung masih kurang, untuk vaksin pertama Lampung di atas angka 90% vaksin kedua 78% vaksin booster masih 15%.

"Kita (Lampung) sangat riskan, kenapa harus booster kedua karena Omicron mengalami kenaikan signifikan hari ke hari," katanya, Senin, 1 Agustus 2022.

Baca Juga : Permintaan Vaksin Booster di Bandar Lampung Mulai Meningkat

Saat ditanya mengapa Tenaga Kesehatan (Nakes) harus mendapat vaksinasi booster kedua? Karena mengingat angka sudah lumayan naik, dan dokter pun  sudah ada yang positif Covid-19 lalu meninggal.

Ia mengingatkan untuk para Nakes berhati-hati karena Nakes berkontak langsung dengan pasien Covid-19.

"Karena nakes per akhir Juli kemarin, itu sudah harus vaksin keempat atau booster kedua. Karena peningkatan Covid-19 ini signifikan sekali cukup membuat kita warning, terlebih nakes garda terdepan," ujarnya.

Saat ini varian Covid-19 BA.4 dan BA.5 sukar dibedakan dengan flu biasa atau pada umumnya.

"Wajib untuk booster kedua untuk para Nakes, kita enggak tahu pasien yang kita hadapi itu  Covid-19 atau pasien flu biasa," tuturnya.

Menurutnya booster kedua ini sangat penting dan wajib hukumnya, guna memperkuat vaksin booster pertama yang sudah menurun antibodinya.

Selain itu ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) harus mengejar vaksin booster pertama/ vaksin ketiga agar tercapai herd imunity.

"Makanya harus seperti vaksin kedua, door to door. Persyaratan pemerintah sudah cukup memaksa karena sudah harus booster untuk ke mana-mana, seperti ke mal, bandara, pelabuhan," jelasnya.

"Masyarakat harus diingatkan kembali menggunakan masker bukan main-main, walaupun gejalanya mirip flu biasanya," lanjutnya. 

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar