#korupsi#lampungtimur

PKB Lamtim Beri Bantuan Hukum Wakil Ketua DPRD Tersangka Korupsi Karang Taruna

( kata)
PKB Lamtim Beri Bantuan Hukum Wakil Ketua DPRD Tersangka Korupsi Karang Taruna
Ketua Karang taruna dan juga Wakil Ketua DPRD Lamtim, AF, ditetapkan sebagai tersangka kasus dana hibah karang taruna saat dibawa ke Rutan Sukadana oleh Kejari Lamtim, Kamis, 23 September 2021. Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya


Sukadana (Lampost.co) -- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Timur (Lamtim) akan memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada AF yang ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) pada Kamis, 23 September 2021. AF merupakan oknum Wakil Ketua DPRD Lampung yang terjerat kasus korupsi dugaan penyimpangan dana Forum Karang Taruna Kabupaten Lamtim 2018 dengan kerugian negara mencapai Rp100,108 juta.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Lamtim, Ahmad Basuki mengatakan, pihaknya sangat menghormati proses hukum yang dilakukan Kejari terhadap AF.

"Namun saya sangat terkejut saat mendengar AF ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan pihak Kejari Lamtim," katanya, Jumat, 24 September 2021. 

Baca: Wakil Ketua DPRD Lamtim Ditahan

 

Basuki mempertanyakan cepatnya proses penetapan tersangka hingga penahanan. Padahal, kata dia, AF selama ini cukup kooperatif dan juga sudah mengembalikan dugaan kerugian negara sejumlah Rp100,108 juta. 

“Karena itu terus terang kami sangat terkejut mendengar AF ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” kata Basuki.  

Dia menegaskan, partai punya kewajiban memberikan bantuan hukum terhadap kader yang menghadapi masalah. 

“Walaupun AF sudah memiliki penasehat hukum sendiri, kami akan tetap mendampingi dan memberikan bantuan hukum,” kata Basuki.

Sebelumnya diberitakan, Kejari menahan AF karena menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Forum Karang Taruna Lamtim 2018 sejumlah Rp100,180 juta.

Kasus ini sejatinya sudah ditangani Kejari Lamtim sejak akhir Desember 2019. AF diduga pada 2018 `memainkan` dana hibah APBD Lamtim sebesar Rp250 juta ketika memimpin Forum Karang Taruna Lamtim.

AF sempat dua kali mengabaikan panggilan pemeriksaan sebelum akhirnya dijadikan tersangka. Dia baru datang ketika datang surat panggilan pemeriksaan yang terakhir, Kamis, 23 September 2021, tepat pukul 10.00 WIB. Pukul 15.00 WIB, AF ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dibawa ke Rutan Sukadana dengan pengawalan Kasi Pidsus Apriyono.

Kajari Lamtim Ariana Juliastuty memastikan penyidik mengantongi sejumlah bukti awal untuk menahan AF. AF dijebloskan ke penjara agar tidak kabur serta merusak dan menghilangkan barang bukti.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar