#Korupsi#desa

Pj Peratin Belalau Lambar Divonis 1,5 Tahun Penjara

( kata)
Pj Peratin Belalau Lambar Divonis 1,5 Tahun Penjara
Suasana pembacaan vonis di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis, 12 Mei 2022. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkaran memvonis Pj. Peratin Pajaragung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Sahperi (56), satu tahun dan enam bulan penjara.


Ketua Majelis Hakim,Hendro Wicaksono menyatakan, Sahperi terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu tahun enam bulan dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan," ujar hakim Hendro, saat membacakan vonis,Kamis, 12 Mei 2022. 

Baca: Tilap Duit Pembebasan Lahan Rp280 Juta, Kades di Lampura Divonis Dua Tahun Penjara

Sahperi juga divonis membayar uang pengganti Rp348.680.847 dikurangi Rp60 juta yang telah dititipkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lambar sebagai pembayaran kerugian negara.

"Apabila satu bulan setelah inkrah tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya akan disita. Dan bila tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana penjara sembilan bulan," kata dia. 

Hal yang memberatkan putusan tersebut, terdakwa berbelit-belit saat memberikan keterangan di persidangan. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum dan berlaku sopan.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni dua tahun penjara. Atas putusan tersebut, baik JPU maupun terdakwa belum mengambil kesimpulan, apakah mengajukan banding atau menerima putusan.

"Pikir-pikir,  Yang Mulia," kata jaksa, Bambang Irawan

Perbutatan Sahperi bermula saat dirnya mencatut sebagian APBPekon tahap II dan Tahap III tahun 2019. Di antaranya pengelolaan honor tim pelaksana keuangan, menerima gaji sebagai peratin padahal dirinya merupakan ASN (pengggati Kepala Peratin), mencatut anggaram pengadaan semen dan split perbaikan jalan, mencatut pengelolaan upah perbaiakan jalan, mencatut anggaran pengadaan bibit, hingga menggelapkan pembayaran pajak.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar