#orderanfiktif#penipuan

Pinjaman Modal Pedagang Nasi di Bandar Lampung Kandas Akibat Orderan Fiktif

( kata)
Pinjaman Modal Pedagang Nasi di Bandar Lampung Kandas Akibat Orderan Fiktif
Umi Kulsum menunjukkan percakapannya dengan pemesan. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Raut sedih tampak di wajah Umi Kalsum, pedagang nasi di Wayhalim, Kota Bandar Lampung yang tertipu orderan fiktif hingga ratusan bungkus.   

Umi mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Total orderan nasi yang tak terbayar itu sebanyak 180 bungkus.

Dia menceritakan, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Bandar Lampung, orderan nasi kotak kian sepi. Ia pun harus memutar otak agar mpdal yang dimilikinya tak habis di tengah jalan.

"Makanya saya mulai menawarkan dagangan saya lewat Facebook, WhatsApp, dan lainnya," kisah Umi, Senin, 26 Juli 2021.

Baca: Toko Kulkas hingga Pedagang Pempek di Bandar Lampung Tertipu Orderan Fiktif

 

Awalnya ia mengaku senang saat ungahannya di media sosial tersebut disambut dengan pesanan sebanyak 180 bungkus melalui nomor kontak yang masuk ke ponselnya. Sayangnya, setelah dihitung, modal yang ia butuhkan masih kurang. Umi pun meminjam uang untuk tambahan modal dari tetangga untuk memenuhi pesanan nasi ayam kecap sesuai pesanan.

Pemesan yang sebelumnya tak pernah dikenal Umi itu beralamat di  Jalan Gunung Agung, Kupang Kota, Telukbetung Utara.

"Tidak curiga sama sekali. Sebab, saya memang biasa menerapkan sistem bayar di tempat," kata dia. 

Nahasnya, ketika barang pesanan yang ia bawa mendekati alamat yang tertera, tiba-tiba nomor kontak pelanggan memblokirnya. Umi pun panik, bahkan sempat menangis karena tidak bisa melakukan konfirmasi atau menagih pembayaran kepada pemesan. 

"Saya panik karena modal saya dari uang pinjaman," keluh dia.

Beruntung, warga yang menyaksikan kepanikan Umi Kulsum turut membantu meringankan dengan membeli dan menjajakan nasi bungkus korban orderan fiktif tersebut.

"Sisanya seratus bungkus. Jadi saya bagikan gratis ke panti asuhan," katanya. 

"Tadi juga sudah ada anggota Polresta Bandar Lampung yang datang dan menanyakan kronologi penipuan tersebut," tambah dia.

Sebelumnya diberitakan,

Sejumlah pedagang di Kota Bandar Lampung mendapatkan orderan fiktif. Pelaku memesan barang dengan mengirimkan alamat di Jalan Gunung Agung, Kupang Kota, Telukbetung Utara.

Lima pedagang yang mendapatkan orderan fiktif tersebut mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Para pelaku melakukan orderan melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Salah satu pedagang pempek di Kemiling, Evi menceritakan pemesan fiktif yang muncul di ponselnya mengatasnamakan Husen, warga Kupang Kota.

"Orderannya Rp175 ribu. Pas kita siapin dan dikirim ke lokasi sesuai titik di dekat Majid Jami Al-Mabrur pelaku memblokir nomor saya," kata dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar