#PilgubLampung2018#BawasluLampung#SARA#KampanyeHitam

Pilkada Lampung Dilarang SARA dan Kampanye Hitam

( kata)
Pilkada Lampung Dilarang SARA  dan Kampanye Hitam
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah. Dok. Lampung Post


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung mengingatkan para tokoh maupun tim dan sukarelawan bakal calon kepala daerah agar tidak menyinggung unsur SARA dalam sosialisasi, baik langsung maupun melalui media sosial.
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Polri untuk menindak siapa pun yang membawa unsur SARA dalam menyosialisasikan bakal calon yang didukungnya. Apabila terjadi di media elektronik, Bawaslu akan berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Lampung.
"Meskipun kami (Bawaslu) belum bisa mengeksekusi, kami bisa melakukan koordinasi. Kalau ada yang melakukan SARA dan black campaign, kami bisa ditindaklanjuti kepada kepolisian. Kalau untuk penertiban banner, kami berkoordinasi dengan pemda karena ada perda terkait keindahan kota," ujar Khoir, sapaan akrabnya, Selasa (3/10/2017).
Kendati belum pada tahapan pendaftaran dan penetapan pasangan calon, Bawaslu sejak dini mengingatkan kepada seluruh bakal calon kepala daerah dan tim agar tidak melanggar rambu-rambu aturan. Sebab, pihaknya tidak akan segan mendiskualifikasi calon sebagai peserta Pilkada 2018.
Untuk diketahui, berdasarkan PKPU 1 Tahun 2017 tentang tahapan, program, dan jadwal Pilkada 2018 untuk penyerahan syarat dukungan pasangan calon bupati dan wakil bupati independen kepada KPU kabupaten pada 25—29 November 2017.
Kemudian pengumuman pendaftaran pasangan calon pada 1—7 Januari 2018. Selanjutnya pendaftaran pasangan calon pada 8—10 Januari 2018. Sedangkan penetapan pasangan calon pada 12 Februari 2018 dilanjutkan dengan pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon pada 13 Februari 2018. Untuk masa kampanye dijadwalkan pada 15 Februari 2018—23 Juni 2018. 

Triyadi Isworo









Komentar