#timnas#indonesia#nuansa
Nuansa

Pilihlah yang Terbaik!

( kata)
Pilihlah yang Terbaik!
dok Lampost.co

PRESTASI berbeda ditorehkan Timnas Senior dan Timnas Indonesia U-19. Di satu sisi meraih hasil minor dan di sisi lain mencatatkan hasil yang membanggakan.

Timnas senior yang berjuang di ajang kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup G bersaing dengan Uni Emirat Arab, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Namun, apa lacur, timnas yang ditangani pelatih Simom McMenemy menuai hasil mengecewakan. Dari empat laga yang dilakoni, Irfan Bachdim dan kolega belum sekalipun meraih kemenangan dan menempati posisi juru kunci klasemen.

Berbanding terbalik dengan yang diraih Timnas Indonesia U-19. Tim yang diarsiteki Fakhri Husaini mampu lolos ke Piala Asia U-20 di Uzbekistan tahun depan.

Septian David Maulana dkk tampil sebagai juara Grup K dengan poin 7 hasil dua kali menang atas Timor Leste dan Hong Kong serta imbang dengan Korea Utara.

Dua hasil berbeda itu tidak bisa lepas dari tangan dingin seorang pelatih dalam meramu tim secara keseluruhan. Strategi yang mumpuni dan mampu menyatukan para pemain menjadi salah satu yang menjadi keberhasilan seorang pelatih dalam menangani tim.

Kita bisa lihat, timnas senior di bawah McMenemy tidak mampu menunjukkan kualitas sebagai tim yang solid. Dari sisi permainan pun tidak menunjukkan kualitas sebagai sebuah tim yang baik. Bahkan, banyak pihak yang menyebut kualitas timnas di bawah McMenemy sangat jauh di bawah timnas sebelumnya.

Pola yang diterapkan pun seakan tidak bisa berjalan di lapangan. Kondisi tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap hasil yang dicapai.

Sebaliknya, Fakhri Husaini dengan kemampuan yang dimilikinya mampu meramu pasukannya menjadi kekuatan yang mampu menampilkan permainan yang sangat baik. Apa yang dinginkan pelatih mampu dijalankan para pemain di atas lapangan dan menuai hasil memuaskan.

Hasil yang diraih kedua timnas pun berimbas pada posisi pelatih. Khusus untuk timnas senior, Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) memutuskan mendepak McMenemy dari kursinya. Sedangkan Fakhri sedang menunggu hasil evaluasi yang dilakukan organisasi tertinggi bola sepak di Indonesia itu.

Pemecatan McMenemy tentunya membuat PSSI kini mencari calon pengganti untuk menangani timnas. Dua nama masuk bursa pilihan, yakni Shin Tae-yong dan Luis Milla. Bahkan, direncanakan PSSI akan bertemu dengan calon kedua pelatih tersebut.

Sebaliknya, nasib Fakhri masih mengambang sambil menunggu hasil evaluasi PSSI. Padahal, keberadaan mantan pemain timnas era 90-an tersebut bersama tim sangat diharapkan para pemain.

Sosok Fahri perlu dipertahankan PSSI untuk tetap menangani Timnas U-19 di Piala Asia 2020 nanti. Tentunya dengan kebersamaan yang terjalin dan sudah saling mengerti dengan anak asuhnya bisa menjadi kekuatan dahsyat untuk tampil baik di Uzbekistan nanti.

Sedangkan untuk pelatih timnas senior, diharapkan PSSI tidak salah memilih orang. Sebab, timnas senior menjadi tolok ukur bagi prestasi persepakbolaan nasional.

Kita berharap PSSI dapat memilih pelatih terbaik untuk menangani timnas, terutama yang senior. Pelatih terbaik yang terpilih diharapkan mampu mengangkat prestasi sepak bola Indonesia yang terus terjun bebas. Semoga, siapa pun yang terpilih menjadi pelatih timnas bisa membawa Indonesia berkibar minimal di Asia Tenggara.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar