#Pemerasan

Pihak Sekolah akan Panggil Oknum Guru Terduga Pemerasan Murid di SMA Gajah Mada

( kata)
Pihak Sekolah akan Panggil Oknum Guru Terduga Pemerasan Murid di SMA Gajah Mada
SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Gajah Mada Bandar Lampung, Retno, mengaku tidak mengetahui adanya pungutan uang nontunai kepada murid untuk menambahi nilai yang kurang (remedial). Pihaknya siap memberikan sanksi kepada oknum guru jika memang terlibat dalam praktik dugaan pemerasan tersebut. 

"Kami tindak lanjuti dan memanggil guru untuk mengkonfirmasi," kata Retno, Selasa, 5 Januari 2021.

Ia juga mengatakan, justru biasanya guru sering memberikan hadiah kepada murid-murid sebagai reward atas prestasi yang dicapai. 

"Justru guru di sini sering memberi hadiah ke murid ketika nilai mereka bagus," ujar dia. 

Baca: Oknum Guru SMA Gajah Mada Diduga Peras Uang Murid untuk Pengganti Remedial

 

Sebelumnya, sejumlah murid di SMA Gajah Mada mengeluhkan adanya oknum guru yang diduga memeras murid dengan mewajibkan bayar uang nontunai sebesar Rp50 ribu. Uang tersebut didalih sebagai pengganti nilai pelajaran yang kecil (remedial).

Seorang murid yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan pemerasan bermula saat dia menghubungi guru sosiologi dan menanyakan tugas pengganti yang bisa dijadikan sebagai nilai tambahan. 

Tak disangka, sang guru memerintahkan melakukan remedial dengan membayar uang cashless.

"Kamu tidak ada lagi di classroom karena saya kick (keluarkan). Lakukan remedial sosiologi dengan cara bayar Rp50 ribu ke Gopay baru bisa masuk classroom," bunyi pesan guru tersebut. 

Beberapa murid menanyakan peruntukan uang tersebut. Namun sang guru menjawab untuk memberikan hadiah.

"Saya juga enggak tahu mbak untuk hadiah apa, enggak dijelasin sama guru saya itu," kata anak tersebut.

Sejumlah murid ingin melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah, namun justru takut berbalik mendapatkan teguran.  

"Kami ingin laporin ini, tapi kami takut kalau nanti dihukum atau dikira cari masalah," ujar dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar