#viruscorona#wabahcorona#beritalampung

Pihak Minimarket Bantah Tak Mematuhi Protokol Kesehatan

( kata)
Pihak Minimarket Bantah Tak Mematuhi Protokol Kesehatan
Ilustrasi. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Pihak minimarket di Bandar Lampung membantah jika toko yang membuka layanan penjualan bahan pokok tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini. Pihak minimarket menegaskan telah memasang stiker peringatan dan pencegahan Covid-19.

"Alfamart turut melakukan penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas bisnisnya. Mulai dari fasilitas cuci tangan di depan area pintu masuk toko. Tak hanya itu, konsumen yang berbelanja pun kita haruskan menggunakan masker dan ada batas jarak untuk antre saat transaksi di meja kasir," kata Branch Corcom Alfamart, Rendra Yudha, kepada Lampung Post, 29 September 2020.

Konsumen, lanjut dia, yang hendak berbelanja juga dihimbau membuka pintu toko dengan bahu atau hindari membuka dengan telapak tangan. Karena pintu salah satu area yang sering bersentuhan tangan masyarakat.

Baca juga: Warga Pertanyakan Longgarnya Protokol Kesehatan di Minimarket

"Pintu kan dipegang berkala, jadi memang itu menjadi perhatian khusus kita. Gagang pintu itu sering kita sterilkan juga, dan kita imbau dengan membuka menggunakan bahu. Sudah ada peringatan dan tata caranya," kata dia.

Selain itu, kru toko terutama di wilayah risiko tinggi kini menggunakan masker dan disediakan hand sanitizer. Vitamin tambahan untuk menambah imun juga diberikan. "Pegawai juga kita fasilitasi keamanan kesehatan yang memadai, sehingga dipastikan keadaan sehat selama bekerja," paparnya. 

Selian itu, pembersihan seluruh bagian toko baik dalam maupun luar, pembersihan produk pajang maupun peralatan dan perlengkapan seperti rak, chiller, freezer, dan sebagainya lebih ditingkatkan frekuensinya. 

"Sebelum adanya covid-19 pun kita selalu lakukan kebersihan secara berkala, ditambah covid-19 ini kita optimalkan dan lakukan semakin berkala," ujarnya. 

Sterilisasi penyemprotan disinfektan di area kerja juga diberlakukan, hingga cek suhu tubuh, penerapan WFH untuk pekerjaan yang masih bisa dikerjakan di rumah, dan survey kesehatan tiap karyawan. 

"Cek suhu tubuh kita berlakukan untuk karyawan, dan kalau pengunjung kami harapkan bisa mandiri, dan tidak keluar rumah jika keadaan badan tidak baik," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar