#pialadunia2022

Piala Dunia Qatar Larang Suporter Wanita Umbar Dada Hingga Telanjang

( kata)
Piala Dunia Qatar Larang Suporter Wanita Umbar Dada Hingga Telanjang
Suasana di Doha jelang Piala Dunia 2022. (Foto: AFP/Giuseppe Cacace)


Jakarta (Lampost.co) -- Piala Dunia 2022 Qatar segera akan bergulir mulai tanggal 20 November 2022 mendatang. Ada banyak hal menarik dari negara Qatar yang membuat edisi Piala Dunia kali ini akan sangat berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya.  

Salah satunya aturan berpakaian yang harus dipahami dan ditaati oleh seluruh suporter negara peserta Piala Dunia.

Sebagai negara Islam, Qatar sangat ketat terkait aturan berbusana baik untuk masyarakat asli Qatar maupun turis yang datang.

Meski Piala Dunia Qatar 2022 merupakan event internasional besar, namun aturan berbusana tetap mengikat dan berlaku untuk semua orang yang akan datang ke Qatar.  

BACA JUGA: Messi Jagokan Brasil, Prancis, dan Inggris di Piala Dunia 2022

Artinya, para suporter diminta untuk berbusana sopan. Khususnya untuk suporter wanita yang sering kali tampil dengan pakaian terbuka. Bahkan dalam beberapa edisi Piala Dunia, tak sedikit dari suporter wanita yang tampil dengan telanjang dada.

Berikut ini 3 poin utama aturan berbusana di Qatar:

- Menutupi bahu

- Menjaga agar lutut tertutup

- Tidak ada (bagian tubuh) yang terlalu terbuka

Aturan ini berlaku untuk pria dan wanita. Sehingga semua pengunjung ke Qatar untuk Piala Dunia 2022 harus mengingatnya.

"Orang-orang pada umumnya dapat mengenakan pakaian pilihan mereka. Dan Pengunjung diharapkan untuk menutupi bahu dan lutut ketika mengunjungi tempat-tempat umum seperti museum dan gedung-gedung pemerintah lainnya," jelas keterangan yang dikutip dari laman resmi Piala Dunia.  

"Pakaian renang diperbolehkan di pantai dan kolam renang hotel. Tapi fans yang akan menghadiri pertandingan harus memperhatikan bahwa melepas kaus di stadion tidak diizinkan," lanjut keterangan tersebut.

Jika kedapatan melanggar siap-siap mendapat sanksi atau denda sesuai dengan regulasi dari otoritas Qatar.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar