#PGRI#Tulangbawang#GuruHonorer

PGRI Tuba Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Guru

( kata)
PGRI Tuba Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Guru
Ketua PGRI tulangbawang Danial Anwar Spd saat memberikan sambutan bagi honorer Tulangbawang. Rabu (17/10/2018) di Aula SMA 1 Banjar Agung saat penilaian lomba UKS, Rabu (17/10/2018) (Lampost/Rian Pranata)

MENGGALA (lampost) -- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tulangbawang Danial Anwar berharap pemerintah untuk memperhatikan nasib guru honorer kategori 2 (K2) yang kemungkinan tak lagi bisa menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Karena kata Sebagian guru honorer K2 kini tak punya kesempatan lagi menjadi CPNS karena terhalang batasan usia maksimal yakni 35 tahun. "Saya berharap adanya kebijakan kepada pemerintah agar guru honorer K2 tetap bisa sejahtera meski tidak menjadi CPNS. Apalagi, jumlah pegawai honorer yang terancam tidak menjadi CPNS begitu banyak," kata dia di Aula SMA 1 Banjar Agung saat penilaian lomba UKS, Rabu (17/10/2018).

Dimana Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor Nomor 36 Tahun 2018, Tenaga honorer tersebut sudah pernah menjajal seleksi CPNS tetapi tak lolos. Kini mereka masih menjalani tugas sebagai guru honorer. 

Dia juga mengatakan Tenaga honorer harusnya dapat juga diberi kesempatan untuk dapat mengikuti CPNS minimal dapat melegakan hati mereka

Terlebih sudah pernah menjajal seleksi CPNS tetapi tak lolos. Kini mereka masih menjalani tugas sebagai guru honorer. Berbeda dengan guru honorer K1, guru honorer K2 wajib kembali mengikuti seleksi jika ingin diangkat menjadi PNS.

,"Saya sebagai perwakilan mereka berharap sekali lagi agar pemerintah dapat meninjau kembali aturan umur, kasihan mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi sebagai honorer tidak bisa ikut karena terbatas oleh umur, berilah mereka kesempatan, " ujarnya.

 

 

Rian Pranata



Berita Terkait



Komentar