#latihanpolri

PFU 3 Minusca Dihujani Peluru dan Granat di Tegal Mas

( kata)
PFU 3 Minusca Dihujani Peluru dan Granat di Tegal Mas
Personel FPU 3 tiarap dihujani peluru. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 152 Garuda Bhayangkara Polri menyusuri dan menembus hutan dengan berbagai rintangan di Pulau Tegal Mas Lampung, Jumat, 27 Agustus 2021.

Dalam perjalanan personel FPU 3 Minusca dihujani peluru dan granat yang terpasang di setiap rute menuju pos-pos yang ditentukan. Jika salah langkah maka tim tersebut terkena tembakan di wilayah konflik. Hal itu menjadi kegiatan dalam simulasi latihan terakhir di Pulau Tegal Mas.

Selama kegiatan, tim Garuda Bhayangkara Polri harus melewati lima pos yang memiliki tantangan dan hambatan di setiap posnya. 

“Ini kegiatan puncak dalam jalan juang yang penuh rintangan dan tantangan yang harus dihadapi harus dilalui peserta untuk mendapatkan nilai terbaik," kata Kasatgas FPU 3 Minusca, AKBP Raymond Marcellino Masengi.

Di pos satu, peserta di uji menembak jarak sasaran sekitar 20 meter menggunakan senjata laras panjang. Setiap regu berjumlah 12 orang di beri satu peluru harus tepat mengenai sasaran.

Lanjut ke pos, dua personel harus mencari puzzle sebagai petunjuk untuk menuju pos selanjutnya. Namun, petunjuk itu disimpan dalam kolam yang berada di pinggir laut dan peserta harus menemukannya dalam waktu lima menit.

Jika tidak mampu menemukan petunjuk, setiap regu mendapatkan hukuman untuk memilih salah satu hukuman antara terjun dari ketinggian sepuluh meter, membawa bambu atau masuk ke kolam yang berisi hiu.

Di pos tiga kaitannya dengan menguji manajemen atau kerja sama tim dan ketelitian anggota. Di sini kemampuan manajerial pimpinan sangat penting peranannya.

Pada pos 4, mereka juga memiliki tantangan untuk menjinakkan bom di tengah hutan yang seakan-akan siap meletus jika mereka lalai. Dengan mata tertutup, mereka hanya mendengarkan suara arahan dari komandan regu (Danru) untuk mengangkat ranjau dalam bentuk bom.

"Salah sedikit mereka akan gagal (bom meledak). Untuk itu, setiap kesalahan selalu akan kami berikan hukumannya," katanya. 

Di pos 5, FPU 3 diuji untuk bisa menganalisa petunjuk yang didapatkan di pos-pos sebelumnya untuk dilaporkan kepada pimpinan. Itu menjadi penilaian seluruh anggota tentang kemampuan menganalisa permasalahan yang terjadi di wilayah konflik. 

“Tidak ada yang mengeluh meski harus berjalan sangat jauh dengan berbagai rintangan dan hambatannya. Kendala secara teknis tidak ada. Peserta dengan latar belakang budaya berbeda, pendidikan berbeda dan juga pangkat yang berbeda harus bisa menyatu dan kompak,” ujar Raymond.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar