#pemilu2019#pileg2019#pilpres2019#pejuangdemokrasi

Petugas KPPS Meninggal Capai 412

( kata)
Petugas KPPS Meninggal Capai 412
Ilustrasi. Seorang wanita meletakkan bunga saat aksi dukacita untuk petugas KPPS di Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Jakarta (Lampost.co) -- Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal bertambah. Ratusan orang meninggal dunia ketika bertugas menyukseskan gelaran pesta demokrasi.
 
"Update data per-2 Mei 2019 pukul 20.00, 412 petugas KPPS wafat," kata Sekretaris Jenderal KPU, Arif Rahman Hakim di Jakarta, Kamis (2/5/2019).
 
Berdasarkan data yang dipaparkan Arif, kasus wafatnya petugas KPPS paling banyak ditemukan di Provinsi Jawa Barat, sebanyak 100 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 62 kasus dan Jawa Timur 39 kasus. Tiga daerah tersebut merupakan daerah dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dan tempat pemungutan suara (TPS) terbanyak.

Selain 412 meninggal dunia, sebanyak 3.658 petugas KPPS jatuh sakit saat bertugas. Dengan demikian, total ada 4.070 petugas KPPS yang mengalami musibah selama menyukseskan pemilu.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menetapkan besaran santunan untuk petugas KPPS yang mengalami musibah. Pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp36 juta/orang bagi petugas KPPS yang meninggal dunia.
 
Sementara untuk petugas yang mengalami kecelakaan hingga mengalami cacat permanen akan diberikan santunan sebanyak Rp30 juta/orang. Sedangkan petugas KPPS yang mengalami luka berat akan disantuni Rp16,5 juta/orang, dan petugas KPPS yang mengalami luka sedang mendapat santunan Rp8,25 juta/orang.

Besaran santunan ini tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-316/MK.02/2019 ditandatangani Menkeu Sri Mulyani tertanggal 25 April 2019.
 

Medcom

Berita Terkait

Komentar