#iduladha#beritapringsewu#harirayakurban#cacinghati

Petugas Keswan Temukan Hati Sapi Bercacing pada Hewan Kurban di Pringsewu

( kata)
Petugas Keswan Temukan Hati Sapi Bercacing pada Hewan Kurban di Pringsewu
Petugas kesehatan hewan memeriksa daging kurban di Pringsewu. Foto: Dok

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Pringsewu menemukan beberapa hewan kurban mengalami penyakit cacing hati. Namun jumlah temuan cacing hati hanya sedikit dan dinas terkait sudah menyarangkan untuk tidak di konsumsi.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Budi Pramono.saat di konfirmasi, Minggu (11/8/2019) menyatakan dari hasil pantauan dan laporan tim Keswan yang tersebar di sembilan kecamatan baru sekitar dua atau tiga kasus yang di temukan terkait penyakit cacing hati.

Jumlah tersebut, kata Budi, kategori sangat kecil jika di bandingkan dengan jumlah hewan kurban yang di sembelih sekitar 230 sapi, 1 kerbau 1 dan 741 kambing. "Tim Keswan masih terus melakukan pemantauan di lapangan hingga berakhirnya hari tasrik yaitu 10, 11 dan 12 Dzulhijah," ungkapnya.

Dari data sementara temuan cacing hati ada pada dua atau tiga kasus. Menurutnya data jumlah hewan kurban terdeteksi berdasarkan kerja sama dengan aplikasi Kemenag. "Saya sarankan hati yang terkena penyakit cacing hati, agar tidak di konsumsi. Karena hati sudah tidak laya,k" ungkap Budi Pramono.

Budi Pramono mengibaratkan hati sapi yang sudah ada cacingnya bagaikan tempat pembuangan kotoran. Jadi tidak bagus kalau di konsumsi. Alasan kedua, kenapa hati yang sudah terkena penyakit cacing hati dilarang untuk di makan, karena berpotensi toksin hasil metabolisme cacing tidak rusak oleh pemasakan.

"Artinya walaupun di masak toksin hasil metabolisme cacing tidak mati, itu berarti masih berpotensi menimbulkan penyakit bagi yang mengkonsumsi," ungkapnya.

Widodo



Berita Terkait



Komentar