#penyelundupan

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ribuan Satwa Ilegal di Bakauheni

( kata)
Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ribuan Satwa Ilegal di Bakauheni
Petugas gabungan menahan ribuan satwa ilegal yang akan diselundupkan melalui Pelabuhan Bakauheni. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim gabungan yang terdiri dari Karantina Pertanian Lampung, Karantina Pertanian Cilegon, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah III Bengkulu, dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) berhasil mengamankan ribuan ekor satwa ilegal dalam kegiatan operasi terpadu di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

Dalam operasi tersebut dilakukan tiga kali penahanan satwa yang berasal dari Sumatra menuju Jawa dan sebaliknya.

Petugas gabungan berhasil menemukan berbagai jenis burung yang dibawa menggunakan bus antarprovinsi asal Kayu Agung, Sumatra Selatan menuju Bandung, Jawa Barat.

"Berbagai jenis burung yang ditemukan adalah burung kacamata gunung 20 ekor, jalak cina 120 ekor, merbah cerucuk 60 ekor, sikatan bakau 41 ekor, kacer 4 ekor, pentet kelabu 1 ekor, cikrak 4 ekor dan cinenen kelabu 15 ekor sehingga total jumlah sebanyak 265 ekor," ujar Seksi Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Lampung Karman, Minggu, 10 Januari 2021.

Sementara itu selang beberapa jam kemudian tepatnya pukul  01.00 WIB di Area Kedatangan Pelabuhan, tim gabungan juga mengamankan berbagai jenis satwa ilegal yang ditemukan didalam dua bus antarprovinsi asal Bandung yang akan menuju Palembang. Masing-masing bus tersebut membawa beberapa keranjang berisi berbagai jenis satwa.

"Dari kedua bus asal Bandung tersebut ditemukan burung lovebird 1.701 ekor, kenari 57 ekor, tree pitit 3 ekor, parkit 12 ekor, jalak putih 2 ekor, siskin 1 ekor, hamster 140 ekor, marmot 35 ekor, kelinci 182 ekor, kakak tua jambul kuning 1 ekor, hamster 31 ekor dan ayam Bangkok 8 ekor dengan jumlah keseluruhan 2.173 ekor," kata dia. 

Karman juga menjelaskan dari keseluruhan satwa tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen dari daerah asal dan tidak dilaporkan ke Pejabat Karantina di Tempat Pemasukan dan Pengeluaran.

"Atas perbuatan pelaku, maka satwa dengan total keseluruhan 2.438 ekor tersebut langsung diamankan dan ditempatkan pada kandang yang layak untuk memulihkan kondisi fisik akibat proses pengangkutan serta untuk menunggu proses tindakan selanjutnya," ujarnya. 

Sementara itu Kepala Karantina Pertanian Lampung Jumadh secara terpisah mengatakan maraknya berbagai upaya penyelundupan satwa ini akan terus ditekan.

"Bersama instansi terkait maupun NGO pemerhati satwa, Karantina Pertanian Lampung akan terus memperketat pengawasan ini dalam upaya kelestarian sumber daya alam hayati," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar