#kasusartis

Petisi Boikot Saipul Jamil di TV dan YouTube Diteken Hampir 500 Ribu Orang

( kata)
Petisi Boikot Saipul Jamil di TV dan YouTube Diteken Hampir 500 Ribu Orang
Petisi boikot Saipul Jamil tampil di TV dan Youtube. SS Change.org


Jakarta (Lampost.co) -- Bebasnya Saipul Jamil dari penjara usai kasus pencabulan di bawah umur memancing amarah masyarakat. Pasalnya, pria 41 tahun itu langsung kembali eksis di televisi dan Youtube.


Tak tinggal diam, masyarakat meluapkan keresahannya dengan membuat petisi di situs Change.org. Petisi menolak Saipul Jamil muncul kembali di dunia hiburan itu langsung dibanjiri respons.

Pantauan Medcom.id, petisi itu ditandatangani sebanyak 328.735 orang per pukul 19.30 WIB, Minggu, 5 September 2021. Petisi itu pun berpeluang menjadi yang terbanyak yang pernah ditandangani di situs tersebut. 

"Dengan 500.000 tanda tangan, petisi ini menjadi salah satu petisi paling banyak ditanda tangani di change.org," tulis penjelasan dalam petisi boikot Saipul Jamil.

Bukan tanpa alasan petisi itu dibuat. Kehadiran kembali Saipul Jamil di layar kaca usai bebas 2 September 2021 lalu dinilai akan berdampak buruk, terutama bagi sang korban pencabulan.

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi juga memberikan peringatan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Dia meminta KPI mengawasi dengan baik jika kemunculan Saipul Jamil di TV bisa meresahkan penonton.

"Kami di parlemen memastikan negara memiliki instrumen untuk berfungsi, untuk melakukan pengawasan dalam hal ini, yaitu KPI, yang juga dijabat oleh representasi publik. Pedoman siar diatur P3SPS, untuk TV dan radio, dan kiranya ada tayangan yang dianggap publik tidak pantas, bisa dilaporkan langsung ke KPI," kata Bobby, Kamis 2 September 2021.

Saipul Jamil divonis tiga tahun penjara usai mencabuli korban di bawah umur yang tinggal di rumahnya. Dia didakwa Pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul pada 14 Juni 2016.

Vonis itu diperberat di tingkat banding menjadi lima tahun penjara. Saipul Jamil sempat mengajukan peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA), namun, PK-nya kandas.

Selain itu, Saipul Jamil juga tersangkut kasus lain yakni menyuap majelis hakim Rp250 juta. Hakim menyatakan uang dari rekening Saipul itu untuk memengaruhi hakim PN Jakarta Pusat dalam putusan perkara pencabulan.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar