#virusjembrana#sapibali#beritalamtim

Peternak Sapi di Lamtim Diimbau Waspadai Munculnya Serangan Penyakit Jembrana

( kata)
Peternak Sapi di Lamtim Diimbau Waspadai Munculnya Serangan Penyakit Jembrana
Kepala Dinas Perikanan dan Perernakkan KMS Thohir Hanafi sedang memeriksa ternak sapi, Senin (17/9/2018). (Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya)


SUKADANA (Lampost.co) -- Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamtim imbau para peternak sapi khususnya jenis sapi bali, agar waspada terhadap kemungkinan munculnya serangan penyakit jembrana. Pasalnya serangan penyakit yang disebabkan oleh virus jembrana tersebut terdeteksi sudah muncul menyerang ternak sapi bali di wilayah kabupaten yang berdekatan dengan Kabupaten Lamtim.


Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamtim, KMS Thohir Hanafi, kepada Lampost.co, Senin (17/9/2018) menjelaskan, penyakit Jembrana ini hanya muncul menyerang sapi di Indonesia saja. Kemudian penyakit ini menyerang jenis sapi Bali.

Disebut sebagai penyakit Jembrana, sebab memang  pertama kali ditemukan di daerah Jembrana, Bali. Penyakit Jembrana ini tergolong cukup berbahaya karena mudah menular dan mematikan jika sapi yang terjangkit tidak ditangani dengan baik.

Penyakit yang disebabkan  oleh virus  jembrana dan bersifat ganas tersebut dapat ditularkan melalui lalat, nyamuk, atau caplak yang menghisap darah sapi yang terjangkit Jembrana, lalu ditularkan ke sapi lainnya yang masih sehat.

Adapun ciri-ciri ternak sapi terjangkit penyakit Jembrana adalah, sapi mengalami demam tinggi dengan suhu badannya  mencapai 38 – 42 derajat celcius, pada bagian kelenjar limfe mengalami pembengkakan hebat, pada bagian selaput lendir mulut sapi ada sebuah luka. Kemudian sapi yang terjangkit sering kali mengalami pendarahan pada kulit, sapi akan mengalami penurunan nafsu makan sehingga berat badannya mengalami penurunan, ditambah diare yang bercampur dengan darah.

Selanjutnya dijelaskan oleh Hanafi, penyakit jembrana tersebut sejak beberapa waktu lalu terdeteksi sudah muncul menyerang ternak sapi bali di Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji. Kedua kabupaten itu sendiri letaknya tidak begitu berjauhan dari Kabupaten Lamtim. Kemudian di wilayah Kabaupaten Lamtim juga populasi ternak sapi bali tersebut juga cukup banyak misalnya di wilayah Kecamatan Raman Utara, Way Bungur, dan lain-lain

Oleh sebab itulah untuk mengantisipasi penyakit berbahaya itu tidak menyebar atau masuk ke Kabupaten Lamtim tandas Khanafi, maka pihaknya mengimbau para peternak khususnya jenis sapi bali agar meningkatkan kewaspadaan.

Adapun langkah kewaspadaan yang bisa dilakaukan antara lain, sanitasi kandang yang baik, penyemprotan anti serangga, pemeliharaan sapi dengan baik. Kemudian vaksinasi ternak sapi secara rutin, penyemprotan kandang dengan desinfektan, pemberian antibiotik dan vitamin kepada ternak sapi. Kemudian jika mendapati ada ternak sapi mengalami sakit mencurigakan, agar segera melapor ke petugas peternakan atau dokter hewan terdekat.

“Langkah kewaspadaan itu harus dilakukan tambah dia sebab disamping tergolong jenis penyakit yang berbahaya, tak menutup kemungkinan penyakit Jembrana ini bukan hanya menyerang jenis sapi bali saja tetapi juga bisa menyerang dan menular kepada sapi jenis lain seperti jenis ongole, fresian, dan lain-lain,” tandasnya.

Djoni Hartawan Jaya








Berita Terkait



Komentar