#beritalampung#beritalambar#peternak#auts

Peternak Sapi di Lampung Barat Enggan Daftar Program AUTS

( kata)
Peternak Sapi di Lampung Barat Enggan Daftar Program AUTS
Ilustrasi ternak sapi. Foto: UGM


Liwa (Lampost.co): Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Lampung Barat dengan target sebanyak 115 ekor sepi peminat. Hingga akhir tahun ini belum ada satu pun program yang terealisasi.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat Yudha Setiawan menjelaskan padahal program AUTS itu merupakan upaya pemerintah untuk melindungi para peternak dari kemungkinan adanya kerugian karena kasus kematian atau kehilangan.

"Di tahun ini, hingga sekarang (November) belum ada satu pun peternak yang datang untuk mendaftarkan ternaknya mengikuti program AUTS. Sementara tahun lalu, jumlah ternak sapi yang didaftarkan mengikuti program AUTS mencapai ratusan bahkan over target," ujarnya, Jumat, 18 November 2022.

Yudha menjelaskan berdasarkan pengakuan dari peternak, mereka tidak mengikuti program AUTS tahun ini dikarenakan selama mengikuti program AUTS tidak pernah ada kejadian atau masalah terhadap sapinya, baik mati karena sakit maupun hilang karena dicuri.

Menurutnya, dengan alasan jarang ada kejadian tersebut maka para peternak sapi tidak mendaftarkan ternaknya untuk ikut AUTS "Mereka enggan mendaftarkan ternak sapinya karena tahun-tahun lalu sudah ikut AUTS tapi selama ini tidak pernah ada masalah terhadap ternaknya," kata dia.

Baca juga:  Alat Berat Disiapkan di Titik Rawan Bencana

Terkait program AUTS ini, lanjut dia, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada para peternak dan mengimbau mereka untuk mendaftarkan ternak sapinya mengikuti AUTS. Sosialisasi itu disampaikan baik kepada peternak yang sudah pernah mengikuti untuk daftar ulang maupun yang belum. Akan tetapi para peternak itu menyampaikan bahwa tahun ini mereka belum berminat.

Sementara pada tahun lalu, kata Yudha, realisasi program AUTS Lambar cukup tinggi yakni mencapai 106 ekor dari target sebanyak 75 ekor. Realisasi tahun lalu over target. Sedangkan tahun ini hingga saat ini belum ada satupun yang mendaftarkan ternaknya.

Ia menambahkan, AUTS ini merupakan program pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi peternaknya. Perlindungan diberikan dalam bentuk ganti rugi kepada peternak jika terjadi kematian karena penyakit, mati karena beranak, kecelakaan atau hilang akibat pencurian sehingga peternak dapat meneruskan usahanya.

“Kami sudah imbau peternak agar ikut serta dalam program AUTS ini sebab ini membantu jika ada ternaknya yang mengalami kasus apalagi jumlah premi yang dibayar juga terjangkau," kata dia.

Adapun jumlah premi yang ditanggung oleh peternak yaitu Rp40 ribu/ekor/tahun dari Rp200 ribu yang ditetapkan. Sedangkan kekurangannya Rp160 ribu disubsidi pemerintah. Dari program ini, petani akan mendapatkan klaim untuk ganti rugi Rp10 juta/ekor jika sapinya mengalami kematian karena sakit, beranak, kecelakaan, dan hilang.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar