lambarkurban

Peternak Kambing Merugi Akibat Covid-19

( kata)
Peternak Kambing Merugi Akibat Covid-19
Dani salahsatu peternak kambing di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co) -- Sejumlah Peternak kambing di Kelurahan Way Mengaku, Balikbukit, Lampung Barat mengaku rugi karena harga jual kambing menjelang hari raya Iduladha tahun ini menurun.

"Tahun ini harga kambing dibanding tahun lalu menurun hingga Rp800 ribu/ekor. Itupun pembelinya tidak sebanyak tahun lalu," kata Dani warga Kelurahan Way Mengaku, Senin, 27 Juli 2020.

Tahun lalu, kata Dani, dirinya berhasil menjual sekitar 75 ekor kambing menjelang hari raya kurban. Namun, tahun ini sampai dengan Senin, 27 Juli 2020, kambing miliknya yang sudah terjual atau dipesan pembelinya untuk hewan kurban baru mencapai 20 ekor. Jumlah itu turun drastis dibanding hasil penjualan menjelang hari raya Iduladha tahun lalu.

Ia mengaku, beternak kambing sifatnya hanya membesarkan saja untuk usaha bisnis ternak kambing. Kambing-kambing yang diternak ini awalnya adalah dibeli dari pertani yang masih berumur 1 tahun lalu dibesarkan untuk persediaan kebutuhan hewan kurban menghadapi hari raya Idul Adha.

"Tahun lalu jumlah kambing yang berhasil terjual untuk kebutuhan hewan kurban mencapai 75 ekor. Namun tahun ini sepertinya sulit karena kondisi ekonomi masyarakat memang sedang terdampak akibat covid-19," kata dia.

Ia mengaku, tahun ini harga kambing standar jualnya hanya Rp2,7 juta/ekor untuk jenis peranakan etawa (PE). Kemudian kambing bor yang badanya lebih besar seharga Rp3,5 juta/ekor dan kambing jenis kacang/lokal yang badanya lebih kecil hanya Rp2 juta/ekor.

"Tahun ini harga rata-rata per ekor mengalami penurunan mencapai Rp800 ribu dibanding tahun lalu," kata Dani.

Ia mengaku, jika dibanding dengan tahun lalu tentu penjualan ternak tahun ini cukup merugi. Karena keuntungan dari hasil jual beli kambing ini hanya sedikit yaitu berkisar mencapai Rp100 ribu - Rp150 ribu/ekor. Keuntungan itu hanya untuk upah capeknya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar