#telur#peternakan

Peternak Ayam Menjerit Harga Pakan Naik, Telur Anjlok

( kata)
Peternak Ayam Menjerit Harga Pakan Naik, Telur Anjlok
Harga telur ayam ras tingkat peternak di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, anjlok kisaran Rp18 ribu/kg, sedangkan di tingkat konsumen Rp23 ribu/kg, Sabtu, 18 September 2021. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah peternak ayam mengeluhkan harga jagung yang tinggi hingga mencapai Rp5.500 per kilogram. Sementara harga telur di tingkat peternak terjun bebas.

Johan, salah satu peternak telur ayam ras di Bangundana Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengungkapkan, harga telur ayam ras di tingkat peternak mulai mengalami penurunan sejak Juli 2021. Sedangkan harga pakan berupa jagung justru naik. Menurutnya, kondisi ini membuat peternak tercekik dengan anjloknya harga telur.

Baca juga: Produksi Telur di Lampung Melimpah tetapi Sepi Pembeli

"Di tingkat peternak harga telur ayam ras Rp17.500-18 ribu per kg, sedangkan di konsumen Rp23ribu/kg," kata Johan kepada Lampost.co, Sabtu, 18 September 2021.

Meski harga telur murah dengan stok melimpah, ucap Johan, daya beli masyarakat justru menurun. Hal ini diduga dampak dari pemberlakuan kebijakan PPKM yang belum dilonggarkan.

"Kalau harga jagung masih tinggi diiringi penurunan permintaan yang terus berlanjut, bisa-bisa peternak gulung tikar," ujarnya.

Pihaknya berharap pemerintah dapat mengatasi jeritan peternak ayam ras dengan menekan harga jagung agar ideal di kisaran Rp4ribu-Rp 4.500/kg.

"Kami harap pemerintah membantu peternak agar tidak semakin terpuruk," pungkasnya.   

Terpisah, pengepul sekaligus petani jagung di desa Sripendowo kecamatan Ketapang, Suko, menyebut walau harga jagung terus merangkak naik hingga saat ini mencapai Rp5.500/kg, namun hasil panen anjlok 35-60 persen dibandingkan panen musim sebelumnya.

"Meski harga tinggi namun hasil panen anjlok. Sehingga petani tetap saja merugi," kata dia.

Ia mengungkapkan, panen musim lalu harga jagung hanya kisaran Rp4.100/kg, namun hasil panen cukup memuaskan hingga mencapai 8 ton per hektare sehingga petani masih bisa menikmati keuntungan.

"Walau harga tinggi sekarang hasil panen anjlok. Lahan seluas 1 hektare hanya dapat 3 ton jagung basah," tutupnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar